Kekhawatiran terhadap proses penuaan menjadi alasan terbesar orang Indonesia untuk lebih serius menjaga kesehatan. Sebanyak 60% responden dalam Herbalife APAC Wellness Culture Survey 2026 menyebut faktor tersebut sebagai pemicu perubahan kebiasaan.
Dorongan menjaga kondisi tubuh dan pikiran juga datang dari perubahan besar dalam hidup bagi 41% responden. Sementara itu, 40% responden ingin memperoleh lebih banyak energi sekaligus meningkatkan performa di tempat kerja.
Sehat Tidak Lagi Hanya Soal Fisik
Survei tersebut mencatat 91% responden Indonesia menganggap kesehatan holistik sangat atau amat penting. Konsep ini mencakup kondisi fisik, kesehatan mental, dan kesejahteraan emosional secara bersamaan.
Sebanyak 85% responden bahkan menilai pendekatan menyeluruh terhadap kesehatan lebih penting dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Temuan itu menunjukkan perubahan pandangan tentang makna hidup sehat di Indonesia.
Herbalife APAC Wellness Culture Survey 2026 melibatkan lebih dari 10.000 responden dari 11 negara dan wilayah Asia Pasifik. Sebanyak 1.002 di antaranya merupakan responden dari Indonesia.
Tiga Prioritas yang Hampir Berimbang
Ketika diminta menyebut area yang ingin diperbaiki, responden paling banyak memilih kualitas nutrisi dan pola makan. Kualitas tidur serta kesehatan mental menyusul dengan selisih persentase yang tidak besar.
| Aspek yang Ingin Ditingkatkan | Persentase Responden |
|---|---|
| Kualitas nutrisi dan pola makan | 50% |
| Kualitas tidur | 49% |
| Kesehatan mental | 46% |
Hasil ini menempatkan tidur sebagai kebutuhan yang nyaris setara dengan perbaikan pola makan. Kesehatan mental pun menjadi bagian penting dari perhatian responden, bukan sekadar isu pendukung.
Kondisi Mental dan Emosi Dinilai Membaik
Data yang dikutip Suara.com menunjukkan 77% responden menilai kesehatan fisik mereka baik atau sangat baik. Angka penilaian positif untuk kesehatan mental mencapai 74%, sedangkan kesejahteraan emosional tercatat 66%.
| Aspek | Baik atau Sangat Baik | Membaik dalam 3 Tahun |
|---|---|---|
| Kesehatan fisik | 77% | 63% |
| Kesehatan mental | 74% | 66% |
| Kesejahteraan emosional | 66% | 66% |
Perbaikan tertinggi dalam tiga tahun terakhir terjadi pada kesehatan mental dan kesejahteraan emosional, masing-masing sebesar 66%. Kondisi fisik juga dinilai membaik oleh 63% responden.
Dukungan Sosial Dibutuhkan di Tengah Kesibukan
Keterbatasan waktu menjadi hambatan terbesar bagi 48% responden dalam membangun kebiasaan sehat. Tuntutan pekerjaan menyusul sebagai kendala bagi 36% responden.
Dalam situasi tersebut, keluarga, teman, dan media sosial disebut sebagai sumber dukungan yang paling memengaruhi motivasi. Faktor sosial ini dinilai membantu seseorang menjaga konsistensi menjalani kebiasaan sehat.
Oktrianto Wahyu Jatmiko dari Herbalife Indonesia menyatakan hidup sehat tidak hanya berarti aktif secara fisik, tetapi juga menjaga mental, emosi, dan nutrisi secara seimbang. Ia menekankan pentingnya komunitas suportif dan pengetahuan memadai agar kesehatan lebih mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.






