Kredit Nonperumahan BTN Dibidik 30%, Akuisisi SMBC Rp7,34 Triliun Jadi Penggerak

BTN membidik porsi kredit nonperumahan mencapai sekitar 30% dari total portofolio kredit dalam lima tahun ke depan. Untuk mendukung sasaran tersebut, perseroan menyiapkan akuisisi tahap kedua portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk. senilai Rp7,34 triliun.

Transaksi itu ditargetkan mulai berjalan pada awal Agustus 2026. Langkah ini memperkuat strategi BTN untuk menyeimbangkan pertumbuhan bisnis di luar pembiayaan rumah dengan tetap menjaga kualitas aset.

Target Diversifikasi Portofolio

Strategi beyond mortgage menjadi landasan BTN dalam mengembangkan bisnis nonperumahan. Perseroan berupaya membangun struktur portofolio yang lebih seimbang dan lebih resilien melalui pertumbuhan organik maupun anorganik.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan dua jalur pertumbuhan tersebut diyakini akan memperbaiki prospek perseroan. “Kami meyakini bahwa kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik ini akan memacu dan juga mendorong pertumbuhan kita jauh lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Akuisisi portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia menjadi salah satu bentuk pertumbuhan anorganik yang dijalankan BTN. Transaksi ini tidak hanya menambah aset kredit, tetapi juga membawa tambahan basis nasabah bagi perseroan.

Nasabah Baru dan Peluang Layanan

Setelah tahap kedua terlaksana, basis nasabah BTN diproyeksikan mencapai 344.600 nasabah. Jumlah tersebut memberi BTN ruang untuk menawarkan produk perbankan secara lebih luas kepada nasabah dari portofolio yang diambil.

Nixon menyebut Bale by BTN, pembiayaan penggajian, serta layanan perbankan lain sebagai contoh produk yang dapat ditawarkan. Penjualan silang menjadi salah satu peluang yang dilihat BTN dari perluasan basis nasabah tersebut.

Selain itu, portofolio kredit yang akan diakuisisi disebut memiliki rata-rata imbal hasil yang cukup baik. Aset tertimbang menurut risiko atau RWA berada di kisaran 50%, sehingga penggunaan modal BTN dinilai lebih efisien.

Aspek TransaksiTahap PertamaTahap Kedua
NilaiRp12,6 triliunRp7,34 triliun
Jenis portofolioKredit pensiun SMBC IndonesiaKredit pensiun SMBC Indonesia
StatusSudah dirampungkanTarget mulai awal Agustus 2026

Tahap Kedua Menyusul Transaksi Awal

BTN sebelumnya telah menyelesaikan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia senilai sekitar Rp12,6 triliun. Tahap kedua dengan nilai Rp7,34 triliun menjadi kelanjutan dari transaksi yang sama.

Dalam konferensi pers paparan kinerja semester I/2026 di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026, Nixon menyampaikan target penyelesaian proses tersebut. “Kita harapkan Agustus ini selesai,” katanya.

Perseroan menyatakan portofolio yang diakuisisi merupakan kredit berkualitas atau performing loan. Karakter ini dinilai dapat membantu BTN memperbaiki kualitas aset dan memberikan kontribusi terhadap profitabilitas.

Menjaga Pertumbuhan dan Kualitas Kredit

BTN menempatkan ekspansi kredit nonperumahan sebagai bagian dari agenda jangka menengah, bukan pengganti bisnis pembiayaan rumah. Pertumbuhan di segmen baru tetap diarahkan untuk berjalan seiring dengan disiplin kualitas aset.

Dengan akuisisi tahap kedua, BTN melanjutkan upaya memperluas sumber pendapatan dan nasabah. Portofolio kredit pensiun dari SMBC Indonesia menjadi salah satu penopang dalam perubahan komposisi bisnis perseroan pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga