Barcelona yang kini tampak berpola rapi dari udara pernah berpusat pada kawasan sempit yang sulit berkembang. Rumah berhimpitan, sanitasi buruk, dan tembok pertahanan membuat kota lama menghadapi tekanan besar ketika jumlah penduduk meningkat.
Perubahan wajah kota terjadi setelah wilayah di luar tembok dibuka untuk perluasan. Dari kebutuhan inilah muncul Eixample, distrik yang dirancang sebagai kontras terhadap lorong-lorong berkelok di pusat Barcelona lama.
Dari Lorong Padat ke Jalan Lurus
Bagian kota lama yang kini dikenal sebagai Gothic Quarter berkembang secara organik selama berabad-abad. Jalan-jalannya tidak mengikuti susunan sejajar atau tegak lurus, melainkan membentuk gang sempit seperti labirin.
Pada masa Revolusi Industri, pertumbuhan penduduk memperberat kondisi tersebut. Barcelona masih berada di dalam batas tembok pertahanan, sehingga ruang untuk membangun permukiman baru sangat terbatas.
Kepadatan hunian dan kondisi sanitasi yang buruk membuat kawasan ini rentan terhadap penyebaran penyakit. Kebutuhan untuk membongkar tembok lalu menjadi semakin kuat demi membuka jalan bagi lingkungan yang lebih lapang.
Menurut inet.detik.com, perluasan kota memberikan kesempatan bagi Ildefons Cerdà menawarkan pendekatan perencanaan yang berbeda. Ia menginginkan ruang kota yang lebih merata bagi warga serta tidak bergantung pada pola permukiman lama yang sesak.
| Aspek | Gothic Quarter | Eixample |
|---|---|---|
| Bentuk jalan | Gang sempit dan berkelok | Jalan lurus berpotongan |
| Latar kondisi | Padat dan sanitasi buruk | Perluasan ke wilayah baru |
| Tujuan utama | Permukiman lama | Mobilitas, udara, dan cahaya |
Pla Cerdà dan Ambisi Lingkungan Lebih Layak
Melalui Pla Cerdà yang diperkenalkan pada 1859, Cerdà merancang jaringan jalan lurus yang membentuk blok-blok teratur. Rancangan itu menempatkan sirkulasi manusia, kendaraan, udara, dan sinar Matahari sebagai bagian penting dari kehidupan perkotaan.
Jalan yang lebih lebar dimaksudkan agar aliran udara dapat bergerak di antara bangunan. Bukaan ruang jalan juga membantu cahaya Matahari lebih mudah mencapai kawasan permukiman.
Setiap blok dalam gagasan awal bahkan direncanakan memiliki area hijau di tengahnya. Ruang terbuka itu ditujukan sebagai tempat bersama bagi seluruh warga.
Inilah alasan pola grid Barcelona memiliki makna lebih dalam daripada sekadar tampilan visual. Susunan tersebut merupakan respons terhadap persoalan hunian dan kesehatan publik yang membayangi kota bertembok.
Sudut Terpotong yang Menjadi Identitas
Dari peta digital, blok-blok Eixample terlihat seperti rangkaian kotak yang teratur. Kenyataannya, bentuk itu bukan persegi sempurna karena setiap sudutnya dipotong dan menghasilkan delapan sisi.
Sudut yang disebut chamfered corners atau xamfrans membuat persimpangan lebih terbuka daripada sudut jalan tajam. Dalam rancangan awal, bentuk tersebut memberi pengemudi kereta kuda jarak pandang yang lebih luas ketika berbelok.
Ruang simpang yang lega tetap berguna dalam era kendaraan modern. Desain itu dapat mendukung arus lalu lintas sekaligus menciptakan ruang yang lebih besar bagi pejalan kaki.
Culture Trip yang dikutip inet.detik.com menyebut bentuk blok tersebut sebagai salah satu ciri Barcelona yang paling mudah dikenali. Dari udara, pengulangan sudut terpotong menciptakan pola geometris khas di seluruh kawasan Eixample.
Ruang Hijau yang Tidak Sepenuhnya Bertahan
Seiring pertumbuhan Barcelona, kebutuhan akan lahan meningkat dan mengubah sebagian rencana awal. Banyak ruang hijau di tengah blok akhirnya digunakan untuk bangunan baru.
Walaupun tidak semua visi Cerdà terwujud, pengaruh rancangan ini masih kuat setelah lebih dari 160 tahun. Eixample tetap memperlihatkan bagaimana akses cahaya, udara, mobilitas, dan kesehatan publik dapat membentuk arah tata ruang sebuah kota.
Barcelona menunjukkan bahwa perubahan besar pada bentuk kota dapat berawal dari krisis yang sangat nyata. Grid yang tampak rapi dari langit merupakan jejak dari upaya menyediakan tempat tinggal yang lebih layak bagi penduduknya.






