Duta Besar Pertama AS di RI dan Polemik MSA yang Berujung Krisis Kabinet

Horace Merle Cochran tercatat sebagai duta besar pertama Amerika Serikat di Indonesia, tetapi masa tugasnya juga beririsan dengan krisis politik dalam negeri. Namanya dikaitkan dengan kesepakatan Mutual Security Act atau MSA yang memicu polemik hingga Kabinet Sukiman-Suwirjo jatuh pada 1952.

Polemik itu memperlihatkan rumitnya hubungan Indonesia dan Amerika Serikat pada awal kemerdekaan. Di satu sisi, kedua negara membuka hubungan diplomatik, sementara di sisi lain bantuan dari Washington menimbulkan kekhawatiran terhadap arah bebas-aktif Indonesia.

Surat kepercayaan pada akhir 1949

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Amerika Serikat menjadi negara pertama yang mengirim duta besar. Cochran menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Soekarno pada 30 Desember 1949.

Peristiwa tersebut menjadi penanda pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat. Cochran telah mengenal persoalan Indonesia sebelum menjadi duta besar karena terlibat dalam United Nations Commission for Indonesia atau UNCI.

UNCI menggantikan Komisi Tiga Negara setelah Agresi Militer Belanda II. Menurut CNN Indonesia, keterlibatan Cochran dalam komisi itu memberinya pemahaman mengenai situasi di Indonesia.

Namun, tugas diplomatik Cochran kemudian bertemu dengan perdebatan keras mengenai hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat. Titik tekan perdebatan itu adalah bantuan melalui MSA pada 1951.

PeristiwaWaktuPosisi dalam hubungan Indonesia-AS
Proklamasi Kemerdekaan17 Agustus 1945Indonesia mulai membangun hubungan dengan negara lain.
Surat kepercayaan Cochran30 Desember 1949Pembukaan hubungan diplomatik Indonesia-AS.
Kesepakatan MSA1951Memicu kritik terhadap arah politik luar negeri.
Jatuhnya Kabinet Sukiman-Suwirjo3 April 1952Terjadi setelah mosi tidak percaya.

Bantuan AS dan kekhawatiran condong ke Barat

MSA adalah undang-undang bantuan luar negeri Amerika Serikat yang mencakup bantuan ekonomi dan militer. Program tersebut dijalankan pada masa Presiden AS Harry S. Truman dengan tujuan membendung penyebaran komunisme di Asia, termasuk Indonesia.

Ketika itu, Perang Dingin membelah dunia ke dalam Blok Barat dan Blok Timur. Amerika Serikat berada di kubu Barat, sedangkan Uni Soviet serta China disebut mewakili Blok Timur.

Pada masa Kabinet Sukiman, Menteri Luar Negeri Ahmad Soebardjo menandatangani MSA bersama Cochran. Kabinet tersebut mendapat dukungan dari Masyumi dan Suwirjo dari PNI.

Kerja sama itu mendapat sorotan karena dipandang tidak sejalan dengan prinsip politik bebas-aktif. Kritik mengarah pada dugaan bahwa Indonesia menjadi lebih memperhatikan kepentingan Amerika Serikat.

Perdebatan kemudian mengeras di parlemen dan melahirkan tudingan bahwa pemerintah condong ke Barat. MSA pun tidak lagi dipandang sebagai urusan bantuan semata, melainkan persoalan yang menyentuh kemandirian diplomasi Indonesia.

Masa jabatan singkat dan peringatan diplomatik

Kabinet Sukiman-Suwirjo memerintah sekitar 11 bulan, sejak 27 April 1951 hingga 3 April 1952. Setelah mosi tidak percaya, kabinet mengembalikan mandat kepada presiden pada masa demokrasi liberal.

Cochran sendiri mengakhiri masa tugasnya di Indonesia pada 1953. Kisahnya kemudian menjadi bagian dari catatan hubungan awal Indonesia-AS yang berjalan di tengah tarik-menarik kepentingan internasional dan politik nasional.

Momen Cochran menyerahkan surat kepercayaan kepada Soekarno diabadikan dalam prangko khusus peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Republik Indonesia dan Amerika Serikat. Kementerian Komunikasi dan Digital menerbitkan prangko tersebut di Jakarta pada 13 Desember 2024.

Baca Juga