Kementerian Pemuda dan Olahraga kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan. Predikat itu diterima ketika Kemenpora sedang menjalankan pembenahan tata kelola dan transformasi birokrasi di internal kementerian.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut raihan tersebut sebagai hasil yang positif. “Alhamdulillah kita bertemu BPK, kita dapatkan WTP kembali, dan ini hal yang positif,” kata Erick Thohir.
Opini WTP diterima Kemenpora pada Kamis, 13 Agustus 2026. Hasil pemeriksaan dari BPK itu menjadi salah satu penanda dari langkah perbaikan yang telah dilakukan lembaga tersebut.
Transformasi Menjadi Agenda Internal
Erick menyampaikan bahwa transformasi birokrasi merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk seluruh kementerian dan lembaga. Kemenpora menjalankan arahan itu melalui pembenahan di lingkungan organisasinya.
“Presiden mendorong yang namanya transformasi birokrasi di semua kementerian/lembaga,” ujar Erick Thohir. Menurut dia, Presiden memberikan keleluasaan kepada Kemenpora untuk melaksanakan proses transformasi tersebut.
Perbaikan internal itu tidak hanya terkait dengan pengelolaan laporan keuangan. Kemenpora juga menilai transformasi melalui perkembangan kinerja birokrasi yang dinilai oleh Kemenpan-RB.
Nilai kinerja birokrasi Kemenpora tercatat mencapai 83 persen. Erick menyebut pencapaian tersebut sebagai peningkatan yang telah berlangsung di kementeriannya.
| Indikator | Hasil | Penilai |
|---|---|---|
| Opini laporan keuangan | Wajar Tanpa Pengecualian | Badan Pemeriksa Keuangan |
| Kinerja birokrasi | 83 persen | Kemenpan-RB |
Dua Catatan dalam Satu Proses Perbaikan
Raihan opini WTP dan nilai 83 persen mencerminkan dua indikator yang berbeda. WTP berkaitan dengan hasil pemeriksaan laporan keuangan, sedangkan angka 83 persen berasal dari penilaian kinerja birokrasi.
Kedua catatan tersebut berjalan beriringan dalam agenda pembenahan Kemenpora. Kementerian memandang hasil dari BPK dan Kemenpan-RB sebagai dasar untuk meneruskan perbaikan tata kelola.
“Seperti diinformasikan sebelumnya, contoh kita terjadi peningkatan sekarang mencapai 83 persen,” kata Erick Thohir. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenpan-RB yang telah melakukan pendampingan.
Peningkatan nilai kinerja tidak membuat agenda pembenahan dinyatakan selesai. Erick menegaskan Kemenpora tetap akan mendorong perbaikan meski kemajuan yang dicapai disebut sudah cukup jauh.
Fokus pada Perbaikan Berkelanjutan
Kemenpora menempatkan transformasi birokrasi sebagai proses yang perlu dijalankan secara konsisten. Perolehan WTP kembali dan penilaian kinerja 83 persen menjadi hasil yang mendukung arah tersebut.
Hasil pemeriksaan dan evaluasi itu memberi pijakan bagi kementerian untuk melanjutkan pembenahan internal. Fokus Kemenpora tetap pada pelaksanaan arahan transformasi yang disampaikan Presiden kepada kementerian dan lembaga.
Dengan demikian, capaian dari BPK dan Kemenpan-RB tidak hanya diposisikan sebagai predikat. Keduanya menjadi bagian dari catatan kerja Kemenpora dalam memperkuat tata kelola serta kinerja birokrasinya.






