Luca Marini menilai ritme kalender MotoGP 2026 dapat menyulitkan pembalap menangani cedera lama secara menyeluruh. Pembalap Honda itu menyebut kebutuhan untuk selalu siap bertanding membuat waktu bagi fisioterapi dan pemulihan jangka panjang menjadi terbatas.
Bagi Marini, persoalan tersebut berkaitan langsung dengan tuntutan fisik sepanjang tahun. Pembalap harus terus menjaga kebugaran, bahkan ketika kompetisi sedang memasuki jeda musim.
Fisioterapi memerlukan ruang yang lebih panjang
Marini menginginkan masa istirahat yang cukup untuk menjalani program pemulihan khusus. Ia menilai peningkatan kondisi fisik tidak dapat dilakukan secara maksimal bila seluruh energi terus dipusatkan untuk kesiapan balapan berikutnya.
“Saya membutuhkan seluruh energi saya untuk siap bertanding, tetapi saya ingin memiliki lebih banyak waktu untuk menangani cedera lama dengan lebih menyeluruh, misalnya,” ujar Marini. Ia menilai fisioterapi khusus membutuhkan waktu yang memadai agar programnya dapat berjalan dengan baik.
Keluhan tersebut memperlihatkan bahwa dampak kalender padat tidak hanya berkaitan dengan kelelahan setelah balapan. Ketersediaan waktu juga menentukan peluang pembalap memperbaiki kondisi tubuh dari satu musim ke musim berikutnya.
Latihan tetap berjalan sepanjang tahun
Marini mengatakan pembalap sulit menghentikan latihan dalam susunan agenda yang berlaku saat ini. Menurutnya, jeda tanpa aktivitas fisik hampir tidak tersedia karena persiapan musim berikutnya datang begitu cepat.
“Dengan kalender saat ini, tidak ada jeda sama sekali. Saya berlatih sepanjang tahun. Dengan jadwal saat ini, tidak mungkin untuk tidak melakukan apa pun bahkan untuk sesaat,” kata Marini.
Ia juga menilai waktu luang yang terbatas mengurangi kesempatan untuk memulihkan diri secara utuh. Kondisi serupa membatasi pembalap dalam menjalani persiapan yang lebih spesifik untuk meningkatkan performa.
“Faktanya, saat ini kami sama sekali tidak punya waktu. Tidak ada waktu untuk benar-benar memulihkan diri, dan yang lebih penting, tidak ada waktu untuk mempersiapkan diri secara khusus menghadapi musim berikutnya; tidak ada waktu untuk terus berkembang,” ujar Marini.
Penutup musim dan tes awal tahun
Tekanan jadwal terlihat pada bagian akhir kalender MotoGP 2026. Musim diproyeksikan berakhir di Valencia pada 29 November, lalu pembalap kembali menjalani tes resmi Valencia dua hari kemudian untuk persiapan musim 2027.
Setelah kegiatan di Spanyol, agenda tes masih berlanjut di Malaysia dan Thailand pada akhir Januari. Situasi ini membuat masa jeda musim dingin terasa singkat, terutama bagi pembalap yang membutuhkan pemulihan fisik.
| Agenda | Waktu | Keterangan |
|---|---|---|
| Grand Prix Qatar | 8 November | Dijadwalkan di Sirkuit Lusail |
| Penutup di Valencia | 29 November | Akhir musim yang diproyeksikan |
| Tes resmi Valencia | Dua hari setelah balapan | Persiapan menuju musim 2027 |
Jumlah seri masih dapat berubah
MotoGP 2026 dirancang memiliki 22 seri, meski jumlah itu berpotensi turun menjadi 21 seri jika Grand Prix Qatar tidak terlaksana. Detik Sport menyebut balapan di Lusail yang semula masuk jadwal April digeser ke 8 November akibat konflik di Timur Tengah.
Marini tidak keberatan dengan banyaknya waktu yang dihabiskan di paddock selama musim balap. Namun, ia menilai balapan dapat dijadwalkan lebih berdekatan agar musim dingin menyediakan jeda yang lebih panjang.
“Menurut saya, jadwal sepanjang tahun ini tidak ideal. Saya pikir kita seharusnya menjadwalkan balapan lebih berdekatan dan sebagai gantinya mencoba membuat jeda yang lebih panjang pada musim dingin,” kata Marini kepada SPEEDWEEK.com.
Usulan itu menempatkan pemulihan atlet sebagai bagian penting dalam perencanaan kalender. Jeda yang lebih memadai akan memberi pembalap kesempatan menyeimbangkan rehabilitasi, latihan, dan persiapan teknis.






