Jangan Menunggu Gejala, 9 Ciri Penurunan Fungsi Ginjal Perlu Diperhatikan

Penyakit ginjal kronis dapat berkembang tanpa keluhan khas hingga fungsi ginjal menurun sangat jauh. Saat gejala mulai terasa, limbah dan cairan dalam tubuh mungkin sudah menumpuk karena kemampuan penyaringan berkurang.

Risiko tersebut penting diperhatikan karena seseorang dapat kehilangan hingga 80 persen fungsi ginjal tanpa tanda yang terlihat. Kondisi ini berkaitan dengan kemampuan unit penyaring yang masih sehat untuk bekerja lebih keras menggantikan bagian yang rusak.

9 Ciri yang Tidak Boleh Diabaikan

No.CiriHal yang Perlu Dicermati
1Bengkak pada kaki, pergelangan kaki, atau wajahDapat muncul akibat penumpukan cairan.
2Lelah terus-menerusDapat berkaitan dengan gangguan kondisi tubuh dan anemia.
3Nafsu makan menurunTermasuk keluhan pada kondisi yang memburuk.
4Mual atau muntahDapat menyertai penumpukan limbah beracun.
5Kram ototSalah satu keluhan yang perlu diperhatikan.
6Sulit berkonsentrasi atau linglungDapat terjadi ketika tubuh terganggu lebih luas.
7Pola buang air kecil berubahBerkaitan dengan fungsi penyaringan.
8Kulit sangat gatalTermasuk tanda yang dapat menyertai gangguan ginjal.
9Tekanan darah tinggi sulit dikendalikanPerlu diperhatikan dalam kaitannya dengan kerja ginjal.

1. Bengkak pada Kaki, Pergelangan Kaki, atau Wajah

Ketika ginjal tidak lagi mengatur cairan secara optimal, cairan dapat menumpuk di dalam tubuh. Pembengkakan dapat terlihat di kaki, pergelangan kaki, tangan, atau wajah.

2. Kelelahan yang Terus-Menerus

Rasa lelah berkepanjangan dapat muncul pada penurunan fungsi ginjal yang lebih berat. Produksi eritropoietin yang menurun juga dapat menyebabkan anemia dan membuat pasien lebih sering merasa sesak napas.

3. Nafsu Makan Memburuk

Nafsu makan yang memburuk menjadi salah satu keluhan yang dapat timbul saat kondisi ginjal memburuk. Gejala ini perlu diamati jika terjadi bersama mual atau kelelahan.

4. Mual atau Muntah

Limbah beracun yang tidak tersaring dengan baik dapat menumpuk dalam aliran darah. Pada kondisi tersebut, mual dan muntah dapat mulai muncul.

5. Kram pada Otot

Kram pada otot termasuk salah satu ciri yang perlu diwaspadai. Keluhan ini dapat muncul bersama tanda lain, meski gejala pasien tidak selalu seragam.

6. Sulit Berkonsentrasi atau Merasa Linglung

Penumpukan limbah dapat mengganggu kerja tubuh secara lebih luas. Salah satu keluhan yang dapat terjadi adalah sulit berkonsentrasi atau merasa linglung.

7. Perubahan Pola Buang Air Kecil

Perubahan pola buang air kecil penting dicermati karena berhubungan dengan peran ginjal sebagai penyaring. Akan tetapi, ketiadaan perubahan tersebut tidak menutup kemungkinan adanya penyakit ginjal kronis.

8. Kulit Terasa Sangat Gatal

Kulit yang terasa sangat gatal termasuk dalam sembilan tanda yang disebut perlu diperhatikan. Gejala ini tidak dapat dipisahkan dari penilaian terhadap keluhan dan faktor risiko lain.

9. Tekanan Darah Tinggi Sulit Dikendalikan

Ginjal membantu mengontrol tekanan darah sehingga hipertensi yang sulit dikendalikan perlu mendapat perhatian. Hipertensi kronis sendiri dapat mempersempit dan menebalkan pembuluh darah halus yang menopang kerja ginjal.

Diabetes Menjadi Pemicu Penting

Diabetes dan hipertensi merupakan dua kondisi yang kerap menjadi pemicu utama penurunan fungsi ginjal. Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil yang berperan sebagai filter alami ginjal.

Kerusakan dapat berlangsung perlahan hingga jaringan sehat berubah menjadi jaringan parut. Selain kedua kondisi tersebut, penyakit autoimun, infeksi berulang, merokok, obesitas, dan penggunaan obat pereda nyeri jangka panjang secara sembarangan juga disebut sebagai faktor pemicu.

Pemeriksaan Sebelum Kerusakan Menetap

Orang dengan faktor risiko dianjurkan menjalani pemeriksaan darah berupa eGFR serta tes urine. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi kebocoran protein sebelum kerusakan ginjal menjadi permanen.

Ginjal menyaring hampir 180 liter darah setiap hari selain menjalankan fungsi pengaturan cairan dan pembuangan limbah. Karena gejala fisik dapat datang terlambat, pemeriksaan sesuai anjuran dokter menjadi langkah penting untuk mengenali masalah lebih dini.

Baca Juga