IRGC Larang Tanker Melintas Tanpa Koordinasi Setelah Ledakan di Selat Hormuz

Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC menegaskan kapal tanker minyak tidak diizinkan masuk atau keluar melalui jalur selatan Selat Hormuz tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran. Penegasan itu disampaikan setelah satu dari tiga tanker yang mencoba melintasi rute tersebut dilaporkan meledak dan terbakar.

Dua tanker lain kemudian menghentikan pelayaran dan mundur. Insiden tersebut menyoroti ancaman terhadap navigasi di rute yang menurut IRGC telah dipasangi ranjau.

IRGC menyampaikan peringatan keras bagi kapal yang tetap berusaha menggunakan jalur itu. “Setiap kapal, yang terjebak dalam tipu daya Amerika dan mencoba melintas tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran, akan menemui nasib yang sama,” kata IRGC dalam pernyataannya.

Peringatan tersebut mengaitkan keselamatan pelayaran dengan koordinasi kepada Iran. IRGC tidak menjelaskan bentuk koordinasi yang dimaksud ataupun ketentuan bagi kapal yang ingin melintas.

Ledakan dan Mundurnya Kapal

Menurut pernyataan IRGC yang dikutip Press TV, tiga tanker minyak mencoba melintasi rute ranjau di sisi selatan Selat Hormuz. IRGC menyebut kapal-kapal itu mendapat dukungan Amerika Serikat.

Pergerakan KapalJumlahHasil yang Dilaporkan
Mencoba melintas1 tankerMeledak dan terbakar
Menghentikan perjalanan2 tankerBerbalik arah dan mundur

IRGC tidak memerinci identitas tanker yang mengalami ledakan. Informasi tentang kondisi awak, tingkat kerusakan, dan lokasi tepat kejadian juga tidak tersedia dalam pernyataan tersebut.

Minimnya rincian membuat dampak penuh dari ledakan itu belum diketahui. Meski demikian, keputusan dua tanker lain untuk mundur menunjukkan risiko rute tersebut langsung memengaruhi pelayaran kelompok kapal itu.

Ranjau sebagai Peringatan

Sehari sebelum laporan mengenai tanker, juru bicara IRGC Hossein Mohebbi telah memperingatkan bahwa jalur selatan Selat Hormuz dipasangi ranjau. Peringatan itu disampaikan pada Rabu, 22 Juli, sebagai tanggapan atas ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau akan menghancurkan investasi Anda. Jangan terjebak oleh tipu daya Amerika Serikat,” ujar Mohebbi. Pernyataan tersebut menempatkan ranjau sebagai ancaman terhadap kapal yang masih mencoba menggunakan rute selatan.

Trump pada hari yang sama mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran setiap kali Iran menyerang kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ancaman itu disebut mencakup fasilitas yang berada di Teheran.

Pernyataan dari kedua pihak memperlihatkan eskalasi ketegangan yang berhubungan langsung dengan keamanan pelayaran di selat tersebut. IRGC menekankan pembatasan akses di jalur selatan, sedangkan Trump mengancam infrastruktur Iran apabila terjadi serangan terhadap kapal.

VIVA melaporkan bahwa ledakan satu tanker dan mundurnya dua kapal lain menjadi konsekuensi langsung yang tersedia dari peringatan IRGC. Sampai informasi itu disampaikan, IRGC tetap menyatakan akses tanker melalui jalur yang disebut dipasangi ranjau berada dalam kondisi sangat terbatas.

Situasi ini menempatkan kapal yang hendak berlayar di kawasan tersebut pada risiko yang meningkat. IRGC kembali menegaskan bahwa pelayaran tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran tidak diperbolehkan.

Baca Juga