Ilhan Fandi Menolak Menyerah, Singapura Kejar Defisit Dua Gol dari Thailand

Ilhan Fandi menolak melihat defisit dua gol sebagai alasan Singapura untuk menyerah dalam semifinal Piala AFF 2026. The Lions akan menghadapi Thailand di Rajamangala Stadium dengan agregat sementara 1-3.

Keyakinan tersebut hadir di tengah tantangan yang tidak sederhana bagi Singapura. Selain harus bermain tandang, mereka juga belum pernah memutus rentetan 11 kekalahan beruntun dari Thailand sejak Desember 2012.

Tantangan Harus Dihadapi

Ilhan menilai pertandingan melawan Thailand harus dijawab dengan mental berani. Striker Singapura itu menegaskan bahwa motivasi tidak boleh hilang hanya karena tim tertinggal dalam agregat.

“Apa artinya hidup tanpa tantangan? Kami menyukai tantangan,” ujar Ilhan Fandi seperti dikutip VNExpress. Ia menempatkan laga leg kedua sebagai kesempatan Singapura membuktikan kesiapan menghadapi tekanan.

“Anda tidak boleh kehilangan motivasi meskipun sedang tertinggal dua gol. Jika Anda tidak yakin bisa bangkit saat melawan Thailand, lebih baik Anda tinggal di rumah saja,” tegasnya. Pernyataan itu mencerminkan ambisi The Lions untuk tetap bertarung hingga pertandingan selesai.

Thailand berada pada posisi yang lebih nyaman setelah memenangi leg pertama. War Elephants akan tampil di kandang sendiri dengan keunggulan agregat yang membuat mereka lebih dekat ke final.

Informasi Leg Kedua

InformasiDetail
PertandinganThailand vs Singapura
KompetisiPiala AFF 2026
FaseSemifinal leg kedua
WaktuSelasa (18/8), pukul 20.00 WIB
StadionRajamangala Stadium
Agregat sementaraThailand unggul 3-1

Kontrol Bola Perlu Diikuti Ketajaman

Singapura sebenarnya memiliki dasar permainan yang dapat dikembangkan dari leg pertama. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 72 persen, tetapi angka itu tidak mampu mencegah tiga gol Thailand.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa dominasi bola belum disertai keseimbangan yang memadai dalam bertahan dan menyerang. Singapura perlu menjadikan penguasaan bola sebagai sarana membangun peluang sekaligus mengurangi risiko kehilangan ruang.

Gavin Lee mengangkat persoalan kebobolan sebagai fokus evaluasi tim. Pelatih Singapura itu ingin para pemain memahami mengapa dominasi penguasaan bola tidak berbanding lurus dengan hasil di lapangan.

“Pertanyaannya adalah, mengapa Singapura kebobolan begitu banyak gol padahal mendominasi penguasaan bola?” ujar Lee, menurut sport.detik.com. Ia berharap jawaban atas persoalan itu membantu timnya memperbaiki pertahanan serta menciptakan lebih banyak peluang mencetak gol.

Ujian Rekor Pertemuan

Rentetan 11 kekalahan sejak Desember 2012 menjadi catatan yang membebani Singapura saat berhadapan dengan Thailand. Meski begitu, rekor masa lalu tidak mengubah tekad mereka untuk mencoba membalikkan situasi.

Leg kedua akan menjadi ujian apakah Singapura mampu tampil lebih efisien dibanding pertemuan pertama. Thailand akan berusaha mempertahankan skor agregat 3-1, sementara The Lions mengejar hasil yang diperlukan untuk menjaga jalan menuju final.

Baca Juga