Guncangan M 6,4 Menjalar dari Sumut ke Malaysia, Tidak Ada Ancaman Tsunami

Guncangan gempa M 6,4 dari Sumatera Utara dirasakan hingga pantai barat Semenanjung Malaysia pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Meski menjalar ke negara tetangga, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG menyampaikan hasil pemodelan yang menunjukkan tidak ada potensi tsunami dari kejadian itu. Badan Meteorologi Malaysia juga memastikan tidak ada ancaman tsunami untuk wilayah Malaysia.

Gempa terjadi sekitar pukul 17.57 WIB dan turut dirasakan di sejumlah wilayah Aceh serta sebagian Sumatera Barat. Jangkauan getaran ini menjadikan peristiwa tersebut menonjol, walaupun belum ada dampak kerusakan yang dilaporkan.

Hingga informasi awal tersedia, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka. Tidak ada pula laporan kerusakan yang dikaitkan dengan gempa tersebut.

Gempa Menengah akibat Subduksi

BMKG menggolongkan gempa ini sebagai gempa bumi menengah. Klasifikasi itu didasarkan pada lokasi pusat gempa dan kedalaman hiposenternya yang mencapai 163 kilometer.

Aktivitas subduksi lempeng menjadi pemicu gempa berdasarkan analisis BMKG. Faktor ini juga diperhitungkan dalam pemodelan yang menghasilkan penilaian tidak adanya potensi tsunami.

Parameter UtamaKeterangan
Magnitudo6,4
Waktu kejadianSabtu, 15 Agustus 2026, sekitar 17.57 WIB
Kedalaman163 kilometer
Lokasi episentrum10 kilometer tenggara Kabupaten Simalungun
Koordinat2,91 LU dan 98,93 BT

Pusat gempa berada sekitar 10 kilometer di sebelah tenggara Kabupaten Simalungun. BMKG mencatat koordinat episentrum pada 2,91 derajat lintang utara dan 98,93 derajat bujur timur.

Getaran Lintas Wilayah

Lokasi pusat gempa berada di Sumatera Utara, tetapi efek getarannya meluas ke beberapa kawasan. Pantai barat Semenanjung Malaysia menjadi salah satu wilayah di luar Indonesia yang merasakan guncangan.

Badan Meteorologi Malaysia menegaskan bahwa getaran yang dirasakan di wilayahnya tidak disertai ancaman tsunami. Pernyataan itu memperkuat informasi mitigasi yang sebelumnya disampaikan BMKG.

Di Indonesia, laporan getaran juga datang dari sejumlah wilayah Aceh dan sebagian Sumatera Barat. Beritasatu mencatat bahwa wilayah-wilayah tersebut merasakan dampak guncangan meski berada jauh dari episentrum.

Informasi Awal Tetap Dipantau

Parameter gempa seperti magnitudo, lokasi, kedalaman, dan mekanisme pemicu menjadi dasar penilaian awal lembaga terkait. Data tersebut penting untuk menjelaskan karakter gempa sekaligus risiko yang dapat menyertainya.

Pada informasi yang tersedia setelah kejadian, tidak ada indikasi tsunami dan belum ada laporan kerusakan atau korban. Perhatian utama tetap tertuju pada pembaruan kondisi di wilayah yang merasakan getaran.

Baca Juga