Hubungan Donald Trump dengan Kim Jong Un menjadi alasan yang secara terbuka disinggung saat Presiden Amerika Serikat memerintahkan pengurangan latihan militer bersama Korea Selatan. Trump menilai latihan tersebut dapat mengganggu pesan diplomatik kepada Korea Utara.
Perintah itu ditujukan kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menjelang pelaksanaan Ulchi Freedom Shield pada pekan ini. Latihan tahunan tersebut tetap digelar, namun cakupannya diminta diperkecil secara signifikan.
Trump menyampaikan pandangannya melalui unggahan di Truth Social. Ia menyebut tidak menyukai kenyataan bahwa Amerika Serikat telah lama menyetujui partisipasi dalam latihan gabungan dengan Korea Selatan.
“Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong Un dari Korea Utara, saya tidak senang dengan fakta bahwa Amerika Serikat telah lama menyetujui partisipasi dalam Latihan Militer Gabungan bersama Korea Selatan,” tulis Trump. Pernyataan itu menegaskan bahwa kebijakan tersebut dikaitkan dengan relasi yang ia klaim terbangun dengan pemimpin Korea Utara.
Latihan Tetap Dilaksanakan
Trump tidak meminta pembatalan total atas Ulchi Freedom Shield. Ia mengatakan waktu pelaksanaannya telah terlalu dekat sehingga langkah yang dipilih adalah mengurangi skala latihan.
“Mengingat sudah terlambat untuk membatalkannya, saya telah menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi secara signifikan cakupan Latihan Militer Gabungan tersebut!” kata Trump. Detail mengenai bentuk pembatasan kegiatan itu belum dijelaskan.
Latihan gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan merupakan agenda rutin tahunan kedua negara. Kegiatan tersebut selama ini menjadi salah satu isu paling peka dalam hubungan dengan Pyongyang.
Korea Utara memandang latihan bersama itu sebagai simulasi persiapan perang. Oleh sebab itu, keputusan untuk mengurangi cakupannya dapat memengaruhi dinamika komunikasi antara Washington, Seoul, dan Pyongyang.
Trump Menyoal Biaya Latihan
Trump juga menempatkan biaya sebagai pertimbangan utama dalam keputusannya. Ia mengatakan sebagian besar pengeluaran untuk latihan gabungan tersebut ditanggung Amerika Serikat.
Menurut Trump, kegiatan militer itu tidak hanya mahal, tetapi juga menyampaikan sinyal bermusuhan kepada sebuah negara yang dinilainya tidak menunjukkan ancaman selama masa kepresidenannya. Ia menyebut Korea Utara justru bersikap penuh hormat terhadap pemerintahannya.
“Latihan-latihan ini tidak hanya memakan biaya besar, yang sebagian besar ditanggung oleh Amerika Serikat, tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan,” tulis Trump. Penilaian itu memperlihatkan fokusnya pada beban anggaran dan konsekuensi politik dari kegiatan militer tersebut.
Komunikasi dengan Presiden Korea Selatan
Trump turut mengungkap pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Dalam komunikasi itu, ia mengatakan keduanya sempat membahas persoalan nuklir Iran.
Trump mengklaim telah menanyakan kesediaan Korea Selatan untuk bergabung dalam upaya denuklirisasi Iran. Ia menyatakan tawaran tersebut ditolak oleh pihak Korea Selatan.
Isu Iran disampaikan bersamaan dengan pengumuman pengurangan latihan militer AS-Korea Selatan. Hal itu menunjukkan bahwa pertimbangan diplomatik menjadi bagian dari penjelasan Trump mengenai agenda keamanan regional.
Pelaksanaan Ulchi Freedom Shield dalam skala lebih kecil kini menunggu penyesuaian dari Pentagon. Perkembangannya akan diperhatikan karena latihan itu tetap menjadi penanda penting bagi hubungan pertahanan Amerika Serikat dan Korea Selatan serta respons Korea Utara.






