Freelander 8 memasuki segmen SUV premium dengan kombinasi kabin enam kursi, sistem elektrifikasi, dan teknologi Huawei. Di pasar China, kendaraan ini disebut dibanderol mulai sekitar Rp890 juta setelah dikonversi dari harga lokal.
Angka tersebut bukan harga resmi untuk Indonesia, tetapi memperlihatkan posisi harga Freelander 8 di kelas SUV besar berteknologi tinggi. Model ini mengusung konsep extended-range electric vehicle atau EREV, dengan mesin 1,5 liter sebagai range extender.
Penggerak utama tetap mengandalkan tenaga listrik yang disimpan dalam baterai ternary lithium dari CATL. Baterai berkapasitas 60,33 kWh itu disebut sanggup memberikan jarak tempuh listrik murni hingga 221 kilometer.
Perpaduan baterai besar dan pengisian cepat
Freelander 8 memakai arsitektur kelistrikan 800V sebagai perlengkapan standar. Sistem ini mendukung pengisian daya puncak hingga 350 kW dengan tingkat pengisian hingga 6C.
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Konfigurasi kabin | 2+2+2 penumpang |
| Baterai | 60,33 kWh |
| Jarak listrik murni | Hingga 221 km |
| Arsitektur kelistrikan | 800V |
| Layar panorama | 46,3 inci beresolusi 8K |
| Layar tengah | 15,6 inci |
| Pengisian puncak | Hingga 350 kW |
| Bobot kosong | Sekitar 2.980 kg |
Ukuran bodinya menegaskan posisi Freelander 8 sebagai SUV besar, dengan panjang 5.118 mm, lebar 2.050 mm, dan tinggi 1.898 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 3.040 mm, sementara konfigurasi tertentu disebut memiliki panjang hingga 5.185 mm.
Dimensi tersebut dimanfaatkan untuk menghadirkan susunan kursi 2+2+2 yang lebih menitikberatkan ruang bagi setiap penumpang. Baris kedua memakai kursi zero-gravity untuk mendukung posisi duduk yang lebih rileks.
Kabin digital dengan layar besar
Kursi Freelander 8 dibekali fitur pemanas, ventilasi, dan pijat untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan. Area dasbornya menampilkan layar panorama 46,3 inci beresolusi 8K.
Di bagian tengah kabin, tersedia layar kontrol 15,6 inci untuk mengatur sejumlah fungsi kendaraan. Sistem digital ini ditopang Snapdragon 8397, prosesor otomotif Qualcomm untuk kebutuhan infotainment dan komputasi kendaraan.
Seluruh varian disebut menggunakan Huawei Qiankun ADS 5 sebagai sistem bantuan berkendara. Teknologi tersebut didukung LiDAR 896 kanal untuk membaca kondisi di sekitar kendaraan.
Identitas segala medan tetap dipertahankan
Freelander 8 tidak hanya menonjolkan kemewahan kabin dan perangkat digital. SUV ini turut membawa differential lock mekanis di depan, e-LSD di belakang, serta virtual center lock untuk membantu distribusi tenaga saat membutuhkan traksi lebih besar.
Menurut radarmadura.jawapos.com, sistem bantuan berkendara tersebut dipadukan dengan i-ATS untuk menghadapi beragam karakter permukaan. Suspensi udara dual-chamber tertutup juga disiapkan guna menjaga kenyamanan sekaligus mendukung kemampuan melintasi medan menantang.
Freelander 8 merupakan produk pertama dari merek Freelander yang dihidupkan kembali melalui kolaborasi Chery dan Jaguar Land Rover atau JLR. Merek ini diposisikan sebagai lini kendaraan energi baru, dengan Timur Tengah disiapkan sebagai pasar awal untuk versi di luar China.
Rencana pemasaran di Indonesia belum disebutkan dalam informasi yang tersedia. Namun, kombinasi enam kursi, baterai CATL, platform 800V, perangkat segala medan, dan teknologi Huawei berpotensi membuat Freelander 8 menarik perhatian bila masuk ke Tanah Air.






