Liverpool melihat dua karakter pertahanan yang kontras dari Jeremy Jacquet dan Ronald Araujo dalam kemenangan 2-0 atas Como. Virgil van Dijk menyambut awal tersebut secara positif, tetapi mengingatkan bahwa koordinasi tim masih harus dibangun secara bertahap.
Jacquet tampil tenang dan berani pada babak pertama, bahkan mampu mencetak gol ketika bermain bersama Van Dijk. Araujo kemudian mengisi posisinya pada babak kedua dengan gaya lebih agresif dan penutupan ruang yang rapi.
Perbedaan gaya itu memberi gambaran awal mengenai pilihan yang dimiliki Liverpool di lini belakang. Namun, kesan individual dalam satu laga belum cukup untuk membentuk hubungan bertahan yang utuh.
Jacquet Membuka Laga dengan Gol
Jeremy Jacquet menjadi salah satu pemain yang paling menonjol pada paruh pertama pertandingan uji coba tersebut. Selain menunjukkan ketenangan saat menguasai situasi di lini belakang, ia juga berani menjalankan perannya dan mencetak gol.
Gol itu memberi nilai tambah bagi penampilan Jacquet di tengah proses adaptasinya bersama tim. Kehadirannya bersama Van Dijk juga menjadi kesempatan awal bagi keduanya untuk membangun pemahaman dalam pertandingan.
Sesudah jeda, Liverpool menurunkan Ronald Araujo sebagai pengganti Jacquet. Araujo tampil dengan pendekatan lebih agresif ketika bertahan dan dinilai mampu menutup ruang secara tertata.
| Bek Baru | Periode Tampil | Karakter Menonjol |
|---|---|---|
| Jeremy Jacquet | Babak pertama | Tenang, berani, mencetak gol |
| Ronald Araujo | Babak kedua | Agresif, rapi menutup ruang |
Van Dijk Menekankan Proses Adaptasi
Van Dijk memandang pertandingan sebagai medium penting untuk mempercepat pembentukan kerja sama di antara pemain belakang. Menurutnya, kondisi laga menghadirkan tuntutan berbeda dibandingkan latihan rutin.
“Kami akan membangun kerja sama dengan bertanding. Saya tak akan bilang itu satu-satunya, tapi pertandingan itu beda banget sama latihan,” ujar Van Dijk, dilansir Liverpool Echo.
Dalam pertandingan, bek harus segera merespons saat ruang terbuka atau lawan mulai membangun serangan. Pemahaman terhadap momen seperti itu menentukan apakah lini pertahanan dapat bergerak dan mengambil keputusan secara bersamaan.
Aspek komunikasi juga masuk dalam perhatian sang kapten. Van Dijk menyebut kemampuan bahasa Inggris Jacquet sedikit lebih baik daripada Araujo.
Meski demikian, ia tidak melihat perbedaan bahasa sebagai hambatan tunggal dalam membangun koordinasi. Menurutnya, pemain sepak bola yang berpengalaman dapat membaca situasi melalui gerakan, posisi, dan perkembangan permainan.
“Bahasa Inggris Jeremy, saya akan bilang sedikit lebih baik ketimbang Ronald. Tapi pada akhirnya kami semua pesepakbola yang cukup mahir, kami bisa melihat dan mencium sejumlah momen untuk menentukan bagaimana bertahan di situasi-situasi tertentu,” lanjut Van Dijk.
Modal Awal untuk Lini Belakang
Kemenangan atas Como pada Senin (17/8/2026) dini hari WIB memberi Liverpool hasil positif dalam laga uji coba. Di balik skor tersebut, penampilan Jacquet dan Araujo menjadi bahan penting untuk melihat perkembangan susunan pertahanan.
Jacquet menawarkan ketenangan dan keberanian, sementara Ronald Araujo memperlihatkan agresivitas saat menjaga area pertahanan. Kedua kualitas itu dapat saling melengkapi, meski penerapannya tetap membutuhkan waktu bermain bersama.
Van Dijk tidak menutup-nutupi bahwa koneksi dengan pemain baru belum akan terbentuk secara instan. Ia menilai situasi tersebut normal dan berharap penyatuan pemahaman dapat segera diselesaikan.
“Tapi cukup jelas bahwa kami perlu membentuk koneksi bersama-sama dan itu butuh waktu. Menurut saya sih ini normal saja, tapi semoga kami bisa membereskannya sesegera mungkin,” tutupnya.
Karena itu, laga melawan Como menjadi lebih dari sekadar kemenangan 2-0 bagi Liverpool. Pertandingan tersebut menjadi pijakan awal untuk menyatukan dua karakter bek baru ke dalam kerja sama pertahanan yang lebih padu.






