Sergey Brin Rogoh Rp 1,8 Triliun, Potensi Pajak yang Dihindari Capai Rp 239 Triliun

Sergey Brin telah menggelontorkan hingga 102 juta dollar AS, atau sekitar Rp 1,8 triliun, untuk melawan usulan pajak kekayaan di California. Nilai pengeluaran itu jauh di bawah potensi pajak sebesar 13,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 239 triliun yang dapat dibebankan kepadanya.

Pendiri Google tersebut menjadi salah satu pendukung utama kampanye penolakan terhadap Prop 40. Kebijakan itu akan mengenakan pungutan satu kali sebesar 5 persen atas kekayaan bersih warga California yang berstatus miliarder.

Brin baru saja menambahkan 20 juta dollar AS kepada Building a Better California, kelompok yang aktif menggalang penolakan terhadap usulan tersebut. Total kontribusinya kepada organisasi itu kini mencapai 102 juta dollar AS.

AspekNilai atau KetentuanKeterangan
Donasi Sergey Brin102 juta dollar ASTermasuk tambahan 20 juta dollar AS
Pajak Prop 405 persenPungutan satu kali atas kekayaan bersih
Potensi pajak Brin13,3 miliar dollar ASJika Prop 40 disahkan
Target penerimaan100 miliar dollar ASDalam lima tahun untuk layanan kesehatan

Prop 40 menargetkan sekitar 200 miliarder yang berdomisili di California. Dana dari pungutan itu direncanakan untuk mendukung program layanan kesehatan negara bagian.

Pendukung kebijakan memperkirakan penerimaan dapat mencapai 100 miliar dollar AS dalam lima tahun. Pemilih California dijadwalkan menentukan nasib usulan tersebut pada pemilihan November 2026.

Taruhan Besar bagi Miliarder Teknologi

Menurut Kompas.com, kekayaan Brin ditaksir sekitar 267 miliar dollar AS dan menempatkannya sebagai orang terkaya keempat di dunia. Besarnya kekayaan itu menjelaskan mengapa potensi tagihan Prop 40 jauh melampaui biaya kampanye yang telah ia keluarkan.

Building a Better California tidak hanya berupaya menggagalkan Prop 40 melalui kampanye penolakan. Organisasi tersebut juga disebut telah berhasil memasukkan dua usulan tandingan ke surat suara.

Dua usulan tandingan itu berpotensi membatasi penerapan pajak baru pada masa mendatang apabila disetujui pemilih. Dampaknya dapat membuat Prop 40 tidak lagi berjalan efektif meski memperoleh dukungan.

Sejumlah nama besar dari sektor teknologi dan bisnis ikut mendukung organisasi yang didanai Brin tersebut. Mereka mencakup mantan CEO Google Eric Schmidt, CEO Stripe Patrick Collison, CEO DoorDash Tony Xu, serta pemodal ventura John Doerr.

Perdebatan Pajak dan Pilihan Domisili

Penolakan terhadap pajak miliarder juga berkaitan dengan perpindahan domisili beberapa tokoh teknologi. Mantan CEO Uber Travis Kalanick, investor Peter Thiel, dan rekan pendiri Google Larry Page dilaporkan telah meninggalkan California.

Gubernur California Gavin Newsom turut mengkritik Prop 40, meski ia mendukung gagasan pajak miliarder di tingkat nasional. Ia menyoroti ketimpangan antara pekerja kantoran biasa dan kelompok super kaya yang dinilai memiliki ruang lebih besar untuk memanfaatkan celah hukum.

Tidak semua miliarder teknologi mengambil sikap penolakan terhadap usulan itu. Pendiri Nvidia Jensen Huang diperkirakan dapat menghadapi tagihan sekitar 8 miliar dollar AS, tetapi menyatakan tidak keberatan dengan kemungkinan tersebut.

Huang juga memilih tetap tinggal di Silicon Valley terlepas dari hasil kebijakan yang akan berlaku. Sikap ini berbeda dengan sebagian tokoh industri yang menjadikan perpindahan domisili sebagai respons atas arah pajak California.

Di kubu pendukung, kelompok serikat pekerja telah menghabiskan sekitar 31 juta dollar AS untuk mengumpulkan tanda tangan awal bagi Prop 40. Mereka juga menjanjikan sekitar 50.000 relawan untuk berkampanye menjelang pemungutan suara November 2026.

Baca Juga