Nama Freelander kembali digunakan pada sebuah SUV besar dengan panjang lebih dari 5,1 meter dan kabin untuk enam penumpang. Namun, kendaraan bernama Freelander 8 ini hadir sebagai merek independen hasil kerja sama Chery Group dengan Jaguar Land Rover atau JLR.
Posisi tersebut penting karena Freelander 8 bukan penerus langsung Land Rover Freelander dalam bentuk lama. Model baru ini menggabungkan warisan desain SUV premium Inggris dengan teknologi elektrifikasi dan kemampuan produksi Chery di China.
Nama Lama, Strategi Baru
Freelander pernah menjadi bagian penting dalam lini SUV Land Rover dan diproduksi sejak 1997 hingga 2015. Nama itu kini dihidupkan kembali melalui kesepakatan bisnis antara Chery dan JLR dengan identitas produk yang berbeda.
Chery dan JLR menempatkan Freelander 8 sebagai merek tersendiri, bukan Land Rover baru. Strategi ini memungkinkan kedua pihak memadukan kekuatan masing-masing dalam satu produk yang ditujukan ke segmen SUV keluarga premium.
JLR membawa pengalaman mengembangkan SUV premium, karakter kenyamanan, dan pendekatan desain. Chery berperan melalui platform modern, teknologi baterai, sistem elektrifikasi, serta kapasitas manufaktur massal.
| Aspek Utama | Informasi |
|---|---|
| Panjang kendaraan | Lebih dari 5,1 meter |
| Kapasitas kabin | Enam penumpang, tiga baris kursi |
| Penggerak | Extended Range Electric Vehicle atau EREV |
| Produksi | Pabrik gabungan Chery-JLR di Changshu, China |
Desain Inggris yang Memicu Kemiripan
Tampilan Freelander 8 sempat memunculkan dugaan bahwa model ini menyalin desain SUV Land Rover. Kesan tersebut muncul dari bodi kotak, postur tinggi, dan visual kokoh yang memang dekat dengan karakter SUV premium Inggris.
Kemiripan itu memiliki penjelasan karena JLR ikut terlibat dalam proses pengembangannya. Arahan karakter visual Freelander 8 diberikan oleh tim desain JLR yang dipimpin Chief Creative Officer Gerry McGovern.
Bagian pilar belakang juga disebut memiliki sudut desain yang mengingatkan pada Freelander generasi pertama. Meski demikian, Freelander 8 dibangun untuk membawa identitas baru dan tidak diposisikan sebagai salinan Range Rover maupun Land Rover Freelander.
Ukuran bodinya disebut lebih besar daripada Range Rover Evoque dan Land Rover Defender 110. Dimensi tersebut memperkuat arah produk sebagai SUV besar, bukan kendaraan perkotaan berukuran ringkas.
Interior Digital dan Sistem EREV
Freelander 8 menggunakan sistem Extended Range Electric Vehicle atau EREV. Teknologi ini menggabungkan efisiensi kendaraan listrik dengan fleksibilitas mesin pembangkit untuk perjalanan jarak lebih jauh.
Teknologi yang disiapkan untuk SUV ini mencakup baterai CATL dan platform elektrifikasi Chery E0X. Sistem kendaraan pintarnya menggunakan Huawei Qiankun ADS 5.0 serta fitur bantuan berkendara canggih.
Bagian dalam kendaraan menampilkan layar 46,3 inci dengan resolusi hingga 8K yang membentang di dashboard. Elemen ini dipadukan dengan material premium, sistem hiburan pintar, konektivitas modern, dan fitur kenyamanan.
Konsep kabinnya mengutamakan tata letak minimalis yang lazim ditemui pada kendaraan listrik modern. Namun, nuansa kemewahan SUV premium Eropa tetap menjadi bagian dari arah desain interiornya.
Manufaktur Bersama di China
Freelander 8 akan diproduksi di fasilitas manufaktur gabungan Chery-JLR di Changshu, China. Pabrik tersebut sebelumnya telah digunakan untuk memproduksi sejumlah model JLR versi lokal.
Produksi bersama menjadi bukti penting bahwa kendaraan ini lahir dari kemitraan resmi, bukan dari peniruan desain semata. Chery memperoleh penguatan citra premium melalui keterlibatan JLR, sementara JLR mendapat peluang memperluas pasar lewat teknologi dan kapasitas produksi Chery.
Freelander 8 pada akhirnya menjadi produk yang membawa dua pendekatan industri dalam satu nama. Jejak desain SUV Inggris tetap terlihat, tetapi fondasi elektrifikasi dan manufakturnya mencerminkan peran besar Chery dalam kolaborasi tersebut.






