Emas Dunia Menguat, Harga Antam Naik Rp20.000 dan Buyback Melonjak Rp30.000

Penguatan emas dunia memberi latar bagi kenaikan harga emas Antam pada Kamis, 13 Agustus 2026. Harga jual emas batangan Antam bertambah Rp20.000 menjadi Rp2.700.000 per gram, sedangkan buyback naik lebih besar, yakni Rp30.000.

Harga buyback kini berada di Rp2.546.000 per gram. Kenaikan dua acuan harga ini terjadi setelah emas spot dunia menguat dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan pada perdagangan sebelumnya.

Harga emas spot naik 1% menjadi US$4.409,35 per ounce. Dalam pergerakannya, harga itu melewati rata-rata pergerakan 100 hari di US$4.387,28 dan sempat menyentuh posisi tertinggi sejak 5 Juni 2026.

Kontrak berjangka emas Amerika Serikat juga menguat 0,6% menjadi US$4.466,80 per ounce. Kenaikan pasar global tersebut berlangsung setelah rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat untuk Juli.

Inflasi AS Mengubah Perhitungan Pasar

Inflasi konsumen Amerika Serikat pada Juli meningkat 0,1% secara bulanan, sesuai perkiraan analis. Angka tersebut mengikuti penurunan 0,4% pada Juni dan dinilai mengurangi dorongan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September.

Setelah data inflasi dirilis, indeks dolar AS melemah tipis. Pelemahan dolar membuat emas berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli dari luar Amerika Serikat, sehingga mendukung permintaan.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September diperkirakan sekitar 40%. Sebelum pengumuman data inflasi, peluang itu masih berada pada 46%.

Federal Reserve sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50% hingga 3,75% pada 29 Juli 2026. Keputusan itu tidak diambil secara bulat karena tiga dari 12 pejabat yang memiliki hak suara mendukung kenaikan suku bunga.

Daftar Harga Emas Antam

Di dalam negeri, harga emas Antam 1 gram naik dari Rp2.680.000 pada perdagangan sebelumnya menjadi Rp2.700.000. Harga pembelian kembali berada lebih rendah karena buyback merupakan nilai saat pemilik menjual emasnya kepada Antam.

Data berikut mengacu pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, sebagaimana dikutip Liputan6.com. Penyesuaian terjadi pada seluruh pecahan yang tercantum dalam daftar harga.

PecahanHarga
0,5 gramRp1.400.000
1 gramRp2.700.000
2 gramRp5.340.000
3 gramRp7.985.000
5 gramRp13.275.000
10 gramRp26.495.000
25 gramRp66.112.000
50 gramRp132.145.000
100 gramRp264.212.000
250 gramRp660.265.000
500 gramRp1.320.320.000
1.000 gramRp2.640.600.000

Pecahan 0,5 gram dibanderol Rp1.400.000, sedangkan emas 50 gram dijual Rp132.145.000. Untuk pembelian dalam ukuran terbesar pada daftar tersebut, emas 1.000 gram dihargai Rp2.640.600.000.

Selisih antara harga jual 1 gram dan buyback mencapai Rp154.000. Kondisi ini perlu diperhatikan karena pergerakan harga pembelian dan nilai jual kembali tidak selalu berubah dalam nominal yang sama.

Belum Menyamai Puncak Harga

Harga terbaru emas Antam masih berada di bawah rekor pada 29 Januari 2026. Ketika itu, harga jual mencapai Rp3.168.000 per gram dan harga buyback berada di Rp2.989.000 per gram.

Pergerakan berikutnya akan dipengaruhi pula oleh data inflasi produsen Amerika Serikat. Pasar menunggu rilis Indeks Harga Produsen atau PPI pada Kamis, 13 Agustus 2026, sebagai petunjuk tambahan bagi arah kebijakan The Fed.

Risiko yang Masih Membayangi

Perhatian investor juga tertuju pada ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran melaporkan serangan terpisah terhadap kapal pelayaran pada 11 Agustus. Peristiwa itu menimbulkan kekhawatiran terhadap prospek berakhirnya konflik terkait Iran.

Analis Marex Edward Meir menilai eskalasi konflik berpotensi mengangkat harga minyak mendekati US$100 per barel. Lonjakan minyak dapat memicu tekanan inflasi baru, mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat, dan pada akhirnya membatasi penguatan emas.

Baca Juga