Andrew Giuliani menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai dasar utama pembelaannya terhadap Gianni Infantino. Utusan Gedung Putih itu menilai turnamen tersebut merupakan Piala Dunia pertama yang benar-benar lahir dari visi Infantino sebagai presiden FIFA.
Pernyataan Giuliani disampaikan saat Infantino menghadapi kritik dan berkurangnya dukungan dari sebagian pihak. Pemilihan presiden FIFA 2027 pun mulai menjadi arena perdebatan mengenai kelanjutan kepemimpinan pria asal Swiss itu.
Turnamen yang Disebut Mewakili Visi Infantino
Giuliani mengatakan Infantino sebelumnya mewarisi penyelenggaraan Piala Dunia Rusia dan Qatar. Ia menilai Infantino mampu melakukan pekerjaan yang baik pada kedua turnamen tersebut.
“Anda harus ingat, ini adalah Piala Dunia pertama yang diselenggarakan Gianni Infantino sebagai presiden, bukan? Dia mewarisi Piala Dunia Rusia dan Qatar, dan melakukan pekerjaan yang baik dengan itu, tetapi ini yang pertama. Ini adalah visinya,” ujar Giuliani.
Bagi Giuliani, Piala Dunia 2026 memiliki posisi penting untuk menilai arah FIFA di bawah Infantino. Ia juga menganggap pencapaian tinggi kerap mengundang rasa iri dari pihak lain.
Seperti dikutip ESPN, Giuliani menyebut Infantino telah membawa FIFA ke tingkat yang sama sekali baru. Penilaian itu menjadi dasar dukungannya ketika kritik terhadap presiden FIFA terus berkembang.
Penolakan terhadap FFE
Salah satu sumber tekanan terhadap Infantino berasal dari rencana FIFA Forward Enterprise. Skema itu dikaitkan dengan proposal pelepasan 20 persen saham Piala Dunia kepada investor.
Proposal tersebut akhirnya dibatalkan setelah dikritik sejumlah konfederasi. UEFA, CONCACAF, dan AFC termasuk pihak yang disebut menolak rencana tersebut.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Skema | FIFA Forward Enterprise |
| Objek rencana | Saham Piala Dunia |
| Porsi yang akan dilepas | 20 persen |
| Konfederasi yang disebut mengkritik | UEFA, CONCACAF, dan AFC |
Pembatalan FFE kemudian digunakan sejumlah pihak untuk mendesak perubahan pada posisi presiden FIFA. Beberapa negara juga telah mengumumkan penarikan dukungan kepada Infantino menjelang pemilihan 2027.
Peringatan kepada Federasi
Giuliani tidak hanya menyampaikan pujian terhadap Infantino, tetapi juga memberi peringatan terbuka kepada para presiden konfederasi dan federasi. Ia menilai keputusan untuk tidak memilih Infantino dapat berdampak buruk bagi karier profesional mereka.
“Apa yang ingin saya katakan adalah, bagi presiden konfederasi sepakbola atau federasi sepakbola mana pun yang berpikir untuk tidak memilih Gianni Infantino, itu mungkin akan menjadi salah satu keputusan paling bodoh dalam karier profesional Anda,” kata Giuliani.
Dukungan kepada Infantino sebelumnya juga disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump memperingatkan FIFA agar tidak memutuskan untuk mengganti Infantino.
Perbedaan pandangan mengenai FIFA Forward Enterprise dan dukungan politik dari berbagai pihak membuat persaingan menuju 2027 berpotensi semakin kuat. Dalam situasi itu, Giuliani menempatkan Piala Dunia 2026 sebagai pembuktian utama dari kepemimpinan Infantino.






