Hong Kong mencatat lonjakan ekspor barang 53,4 persen secara tahunan pada Juni 2026, tetapi masih menghadapi defisit perdagangan 52 miliar HKD. Pertumbuhan ekspor tersebut menjadi yang tertinggi sejak Maret 1984, sementara impor juga meningkat kuat.
Nilai ekspor tercatat 641,1 miliar HKD, sedangkan impor mencapai 693 miliar HKD. Selisih kedua angka itu membuat defisit perdagangan setara 7,5 persen dari nilai impor barang pada Juni.
Perdagangan tumbuh lebih cepat dari perkiraan
Kenaikan ekspor Juni jauh melampaui pertumbuhan 40,8 persen pada Mei 2026. Hasil tersebut juga berada di atas perkiraan ekonom yang memproyeksikan pertumbuhan sebesar 43,8 persen.
Impor tumbuh 45,4 persen secara tahunan dan melampaui proyeksi 43,5 persen. Kenaikan impor itu juga lebih tinggi daripada pertumbuhan 42 persen pada Mei serta menjadi yang tertinggi sejak Februari 1992.
| Indikator | Nilai Juni 2026 | Catatan |
|---|---|---|
| Ekspor barang | 641,1 miliar HKD | Naik 53,4 persen |
| Impor barang | 693 miliar HKD | Naik 45,4 persen |
| Defisit perdagangan | 52 miliar HKD | 7,5 persen dari impor |
AI menguatkan permintaan perangkat elektronik
Permintaan global terhadap produk elektronik yang terkait AI menjadi penggerak utama kenaikan perdagangan Hong Kong. Kelompok mesin, peralatan listrik, dan komponennya menyumbang tambahan nilai ekspor terbesar.
Nilai ekspor kelompok tersebut naik 121,8 miliar HKD atau tumbuh 57,2 persen dari Juni tahun sebelumnya. Mesin kantor dan mesin pemrosesan data otomatis juga menambah nilai ekspor 45,9 miliar HKD dengan pertumbuhan 93,2 persen.
Pemerintah Hong Kong menilai permintaan kuat atas elektronik terkait AI masih akan menopang kinerja perdagangan barang dalam waktu dekat. Namun, pemerintah turut mengingatkan risiko dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap prospek perdagangan global.
Asia menjadi pasar utama pertumbuhan
Ekspor Hong Kong ke Asia secara keseluruhan meningkat 54,4 persen pada Juni 2026. Singapura menjadi salah satu pasar yang tumbuh paling cepat dengan kenaikan nilai ekspor 83 persen secara tahunan.
Pengiriman ke Amerika Serikat juga meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan setahun sebelumnya. Pertumbuhan di Asia dan Amerika Serikat berlangsung seiring menguatnya arus perdagangan produk elektronik.
Kinerja tersebut menunjukkan perdagangan Hong Kong memperoleh dukungan dari pasar regional sekaligus pasar besar di luar Asia. Meski demikian, kenaikan impor yang tinggi membuat keseimbangan neraca perdagangan masih menjadi perhatian.
Semester pertama tetap kuat
Sepanjang semester I-2026, ekspor Hong Kong tumbuh 39,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor meningkat 40,6 persen dalam periode enam bulan tersebut.
Dengan penyesuaian musiman, ekspor pada kuartal II-2026 naik 13,8 persen dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Impor pada kuartal yang sama tumbuh 9 persen.
Bruce Pang Ming selaku Direktur Riset Hong Kong Trade Development Council memperkirakan pertumbuhan ekspor dapat mulai melambat dalam beberapa bulan mendatang. Ia melihat kemungkinan stabilisasi siklus peningkatan teknologi, pelonggaran ekonomi global, dan efek basis tinggi dari tahun lalu.
Hong Kong Trade Development Council tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekspor 20 persen untuk keseluruhan 2026. Ketahanan permintaan teknologi global akan menjadi penentu penting bagi keberlanjutan lonjakan perdagangan Hong Kong.






