Dari Early Game ke Late Game, Cara Menata Investasi agar Tak Salah Langkah

Hasil investasi tidak digambarkan datang dari satu keputusan mendadak yang mengejar tren pasar. PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) mendorong pendekatan bertahap, mulai dari kebiasaan menabung hingga pengaturan instrumen dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi.

Equity Analyst IPOT Brigita Kinari mengibaratkan perjalanan tersebut seperti permainan Mobile Legends yang memasuki fase late game selama lima tahun. Tahap awal menjadi penting karena fondasi investasi dibangun sebelum investor mengambil langkah yang lebih agresif.

Memulai dengan Instrumen yang Lebih Aman

Pada fase awal atau early game, investor dapat membiasakan diri menabung secara konsisten pada instrumen yang lebih aman. Contoh yang disebut IPOT adalah reksa dana pasar uang atau RDPU.

Setelah melewati tahap awal, perhatian dapat diarahkan pada instrumen dengan pertumbuhan lebih tinggi. Strategi ini ditujukan untuk mengejar manfaat efek penggandaan hasil saat perjalanan investasi memasuki fase puncak.

Pendekatan bertahap menekankan perlunya proses, bukan tindakan yang semata-mata didorong keinginan mendapatkan hasil cepat. Investor juga perlu memahami bahwa keberanian mengambil posisi tidak otomatis membentuk strategi membangun kekayaan.

Peran Aset Tidak Sama

IPOT menjelaskan strategi investasi melalui perumpamaan perlengkapan dalam permainan. Tiap instrumen digambarkan memiliki fungsi tersendiri, sehingga portofolio tidak hanya terpusat pada satu aset.

Instrumen investasiAnalogiPeran dalam strategi
SahamItem serangan penuh seperti Blade of DespairMengejar potensi imbal hasil maksimal
ObligasiItem pertahananMembantu menghalau risiko
Reksa danaSusunan pendukungMendukung pemulihan kondisi
ETFSusunan profesional negara teratasDigambarkan sebagai instrumen stabil

Saham dianalogikan sebagai item serangan penuh yang digunakan untuk mengejar potensi imbal hasil maksimal. Sebaliknya, obligasi ditempatkan sebagai item pertahanan untuk membantu menghadang risiko.

Reksa dana digambarkan sebagai susunan pendukung, sedangkan ETF disebut sebagai instrumen yang stabil. Kombinasi tersebut dimaksudkan untuk menciptakan tim investasi yang lebih tangguh daripada mengejar satu kesempatan saja.

FOMO Dapat Membuat Investor Kehilangan Posisi

Brigita menyoroti risiko investor yang membeli aset hanya karena FOMO atau ikut tren tanpa memahami perhitungannya. Kondisi itu disebut dapat membuat seseorang menjadi feeder finansial.

Istilah tersebut juga mencakup tindakan all-in tanpa perhitungan serta penggunaan dana darurat, uang sekolah, atau pinjaman untuk kebutuhan spekulasi. Dalam perumpamaan permainan, tindakan ini menyerupai pemain yang nekat maju sendiri dan akhirnya menjadi beban bagi tim.

Pemain Mobile Legends membutuhkan kesadaran terhadap peta permainan, pemilihan perlengkapan yang tepat, dan disiplin agar tidak memberi keuntungan kepada lawan. IPOT menggunakan filosofi itu untuk menunjukkan pentingnya membaca situasi sebelum masuk ke pasar modal.

“Filosofi permainan ini ternyata 100% relevan dengan strategi membangun kekayaan di dunia nyata melalui investasi,” kata Brigita dalam keterangan tertulis pada Kamis (13/8/2026). Pesan itu menempatkan disiplin dan perencanaan sebagai bagian penting dari pengambilan keputusan investasi.

Melindungi Akun dari Phishing

Selain menyusun portofolio, investor juga perlu memperhatikan perlindungan akun digital. Brigita menyamakan langkah ini dengan pertahanan markas atau high ground defense dalam permainan.

“Pada akhirnya, keahlian menyerang di pasar saham harus diimbangi dengan sistem pertahanan high ground defense yang kokoh untuk melindungi akun dari ancaman phishing,” tambahnya. Dengan demikian, perlindungan akun menjadi bagian dari strategi di samping upaya mengejar pertumbuhan aset.

IPOT mengembangkan edukasi finansial untuk generasi muda melalui kerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Asosiasi Esports Indonesia. Menurut Beritasatu, IPOT menjadi mitra strategis Esports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena GBK Senayan, yang menjadi rangkaian Hari Bhayangkara ke-80.

Kerja sama tersebut turut melibatkan Mabes Polri, IESPA, dan Infinix. Indo Premier Sekuritas menyatakan kolaborasi itu diarahkan untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat, aman, berdaya saing global, serta membantu generasi muda menjadi lebih cerdas dan mandiri secara finansial.

Baca Juga