Tekanan terhadap pertanian di Jawa Timur tidak hanya datang dari pembangunan perumahan, tetapi juga dari kendala pengairan sawah. Anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra, dr. Benjamin Kristianto, meminta dua persoalan itu mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Benjamin menilai petani tetap membutuhkan lahan yang terlindungi serta pasokan air yang memadai untuk mempertahankan kegiatan bercocok tanam. Tanpa keduanya, warga yang masih mengandalkan pertanian berisiko semakin sulit menopang kehidupan sehari-hari.
Pompa untuk Mengalirkan Air ke Sawah
Dalam peninjauan di area persawahan yang berbatasan dengan wilayah Gresik, Benjamin menemukan kebutuhan pengairan yang belum terpenuhi. Ada lahan yang memerlukan aliran air dari sungai di wilayah seberang menuju area persawahan yang posisinya lebih tinggi.
Air sungai tidak dapat mengalir langsung karena jalan berada pada posisi lebih tinggi, sedangkan sungai berada di bawahnya. Benjamin menilai persoalan tersebut dapat ditangani melalui penyediaan pompa air.
“Ternyata hanya butuh suatu pompa untuk mengangkat air-air itu lalu masuk karena jalanan tinggi, sedangkan sungai di bawah,” kata Benjamin. Pompa diusulkan untuk mengangkat air sungai menuju lahan yang membutuhkan pengairan.
Ia juga membuka kemungkinan pengadaan secara swadaya jika belum terdapat gerakan dari pemerintah. Menurut Lentera.co, Benjamin mengajak masyarakat dan DPRD ikut mengupayakan pembelian pompa bila solusi itu diperlukan.
“Kalau terpaksa sampai mereka tidak mau bergerak juga, tadi saya bilang, yuk kita sama-sama patungan, kita swadayalah, kita beliin pompa,” pungkasnya. Gagasan tersebut disebut sebagai jalan sementara untuk membantu memastikan air tetap tersedia bagi sawah.
Sawah Produktif Perlu Dipertahankan
Di luar persoalan air, Benjamin meminta pembangunan perumahan tidak mengorbankan sawah produktif maupun ruang hijau desa. Ia menilai lahan pertanian bukan sekadar area produksi pangan, melainkan sumber nafkah masyarakat.
Keberadaan sawah juga dipandang berperan dalam menjaga penghijauan di kawasan perdesaan. Karena itu, kebutuhan pembangunan hunian perlu diselaraskan dengan perlindungan lahan yang masih diolah warga.
“Jangan sekarang apa-apa dibangun-bangun perumahan-perumahan, akhirnya penghijauan hilang,” tegas Benjamin. Ia menyoroti risiko alih fungsi lahan yang dapat membuat fungsi lingkungan area pertanian ikut hilang.
Balongbendo Masih Mengandalkan Pertanian
Benjamin menyampaikan perhatian tersebut setelah melihat kondisi warga di daerah pemilihannya, terutama Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Banyak keluarga di kawasan itu masih bergantung pada sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pada Senin (27/07/2026), ia meminta pemerintah provinsi melalui dinas terkait memberi perhatian kepada petani. Dinas pengairan dan dinas pertanian disebut perlu membantu agar kegiatan pertanian tetap dapat berlangsung.
“Jadi tolong Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dinas pengairan sama dinas pertanian tolong memperhatikan warga-warga yang masih mengandalkan hidupnya dari pertanian,” ujar Benjamin. Ia menilai dukungan itu penting agar petani dapat bertahan sekaligus menjaga ruang hijau desa.
Bagi Benjamin, perlindungan sawah dan penyediaan pengairan merupakan dua kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan. Pembangunan perumahan tetap dapat berjalan, tetapi keberadaan lahan produktif dan mata pencaharian petani perlu tetap dijaga.






