Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka peluang mengirim bantuan tahap kedua bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Langkah itu dipertimbangkan karena kondisi di wilayah terdampak dapat berubah, sementara pengiriman awal sudah diberangkatkan dengan 11.497 paket bantuan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta tim di lapangan memperbarui perkembangan kegiatan setiap hari. Koordinasi dengan Pemprov NTT dan pemerintah daerah setempat menjadi kunci agar bantuan yang dikirim sesuai kebutuhan warga.
“Setiap hari kita update kegiatannya agar bantuan itu betul-betul tepat sasaran. Jadi, pastikan bantuan itu tepat sasaran,” kata Luthfi.
Pengiriman Awal Membawa 16 Personel
Bantuan tahap pertama diberangkatkan pada Senin, 17 Agustus 2026, bersama 16 relawan. Personel berasal dari BPBD Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan PMI Jawa Tengah.
Para relawan dibagi ke dalam fungsi pencarian dan pertolongan, logistik, serta kesehatan. Mereka akan membantu penanganan darurat sekaligus mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan tugas personel tidak berhenti pada pengawalan logistik. “Personel ini nanti akan membantu penanganan darurat sekaligus pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak,” jelasnya.
Ende Menjadi Pusat Posko Lapangan
Rombongan bergerak dari Semarang menuju Ende melalui perjalanan darat dan laut yang melintasi banyak titik. Rute yang ditempuh mencakup Tanjung Perak, Lembar, Kayangan, Poto Tano, Sape, Labuan Bajo, dan Nagekeo sebelum tiba di Ende.
Kabupaten Ende akan menjadi lokasi utama pendirian posko lapangan bagi tim Jawa Tengah. Penyaluran bantuan juga akan didukung untuk warga di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka.
Pergerakan tim ditopang 10 kendaraan berupa enam truk, dua mobil double cabin, dan dua sepeda motor. Armada tersebut membawa personel serta kebutuhan logistik selama perjalanan menuju Nusa Tenggara Timur.
Terpal dan Tenda Mendominasi Bantuan
Kebutuhan papan dan perlengkapan pendukung menjadi kategori bantuan terbesar, dengan total 6.587 paket. Jumlah tersebut menunjukkan fokus bantuan awal pada kebutuhan perlindungan dan penunjang aktivitas warga di lokasi terdampak.
| Kategori | Jumlah Paket | Isi Bantuan |
|---|---|---|
| Papan dan pendukung | 6.587 paket | Terpal, tenda, dapur lapangan, lampu darurat, perlengkapan mandi |
| Pangan | 3.795 paket | Beras, makanan siap saji, biskuit, sembako, obat-obatan |
| Sandang dan keluarga | 1.115 paket | Matras, selimut, kasur lipat, popok, perlengkapan keluarga |
Perlengkapan papan yang dibawa terdiri atas terpal, tenda gulung, tenda keluarga, dan dapur lapangan. Bantuan pendukungnya meliputi lampu darurat, sabun cuci, sabun mandi, sampo, serta perlengkapan mandi.
Kelompok pangan mencakup empat ton beras, makanan siap saji, biskuit, paket sembako, dan obat-obatan. Sementara paket sandang dan keluarga memuat matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, popok bayi, serta popok dewasa.
Koordinasi Menentukan Bantuan Lanjutan
Luthfi menyebut Sekda dan Wakil Gubernur akan berkoordinasi dengan bupati serta wali kota untuk merencanakan tahap berikutnya. “Pak Sekda dan Pak Wagub koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya untuk kita merencanakan tahap kedua. Ini baru tahap satu karena kondisi di sana fluktuatif sekali,” ujarnya.
Logistik bantuan dihimpun dari organisasi perangkat daerah Pemprov Jateng dan sejumlah lembaga pendukung. Indoraya.news menyebut pihak yang terlibat mencakup BPBD Temanggung, BPBD Banjarnegara, Baznas Jawa Tengah, PMI Jawa Tengah, Pramuka Kwarda Jawa Tengah, Yayasan Telogorejo, Phapros, serta sejumlah BUMD Jawa Tengah.
Dalam pelepasan tim, Luthfi menyampaikan belasungkawa kepada warga yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana. Ia menekankan agar para relawan menjaga keselamatan sepanjang perjalanan dan memberikan pelayanan kemanusiaan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan.






