IHSG Hijau Tipis, Lonjakan JARR hingga 24,88 Persen Kontras dengan Tekanan Jual

IHSG berada di zona hijau pada awal perdagangan Selasa (18/8/2026), tetapi kenaikannya hanya 0,09 poin atau 0,0 persen ke level 6.301,86. Di balik gerak indeks yang terbatas itu, JARR melonjak 24,88 persen dan menjadi penguat tertinggi.

Kontras pasar juga terlihat dari jumlah saham yang mengalami pelemahan. Sebanyak 302 saham turun, lebih banyak daripada 251 saham yang menguat, sedangkan 214 saham tidak berubah.

PT Jhonlin Agro Raya Tbk atau JARR naik hingga Rp2.150 dalam satu jam pertama perdagangan. Saham tersebut termasuk tiga emiten yang disebut menyentuh batas auto rejection atas atau ARA.

Tiga Saham Mencapai ARA

Dua saham lain yang mencapai ARA adalah PORT dan PGUN. PORT menguat 24,71 persen menjadi Rp1.085, sementara PGUN naik 19,93 persen ke Rp9.175.

Penguatan tajam juga terjadi pada TEBE dan ASLI. TEBE naik 23,64 persen ke Rp1.700, sedangkan ASLI bertambah 20 persen hingga mencapai Rp252.

KodeKenaikanHarga AkhirStatus
JARR24,88%Rp2.150ARA
PORT24,71%Rp1.085ARA
PGUN19,93%Rp9.175ARA
TEBE23,64%Rp1.700
ASLI20,00%Rp252

Lonjakan pada sejumlah saham ini terjadi ketika indeks bergerak dalam rentang 6.267 hingga 6.315. Indeks LQ45, yang memuat saham-saham berkapitalisasi besar, juga hanya naik 0,09 persen.

Nilai transaksi pada satu jam pertama mencapai Rp3,3 triliun. Sebanyak 8,62 miliar lembar saham berpindah tangan dalam 582.240 kali frekuensi transaksi.

BAIK Menjadi Saham dengan Pelemahan Terdalam

Di kelompok saham yang melemah, BAIK tercatat turun paling dalam sebesar 14,87 persen ke Rp332. Pelemahan tersebut membuat saham itu menyentuh batas auto rejection bawah atau ARB.

GRPM melemah 7,14 persen menjadi Rp169. FOLK turun 6,22 persen ke Rp181, sementara PBSA turun 6,04 persen ke Rp855.

Data pelemahan juga mencantumkan kode BAIK dengan penurunan 5,24 persen ke Rp434 atas nama PT Bersama Mencapai Puncak Tbk. Tekanan jual pada sejumlah saham tersebut berjalan bersamaan dengan lonjakan harga pada kelompok penguat terbesar.

Situasi ini membuat posisi IHSG di zona hijau belum menggambarkan kondisi seluruh saham secara merata. Perdagangan awal justru memperlihatkan perbedaan tajam antara saham yang melonjak, saham yang mencapai ARB, dan saham yang bergerak terbatas.

Arah Bursa Asia Beragam

Pergerakan regional turut menunjukkan arah yang tidak seragam. Hang Seng Hong Kong melemah 0,79 persen dan Shanghai China turun 0,42 persen.

Nikkei Jepang bergerak berlawanan dengan kenaikan 0,85 persen. Straits Times Singapura menguat tipis 0,07 persen, sejalan dengan penguatan terbatas di pasar saham Indonesia.

Perubahan harga pada saham-saham seperti JARR, PORT, dan PGUN menjadi perhatian utama pada fase awal perdagangan. Namun, dominasi jumlah saham yang melemah menunjukkan tekanan jual masih menyertai pergerakan pasar saat itu.

Baca Juga