Pertemuan para pengurus partai pendukung pemerintahan Prabowo Subianto di rumah Sugiono membawa pesan tentang pentingnya persatuan di tengah perbedaan. Dalam suasana makan malam menjelang 17 Agustus, mereka membahas komunikasi politik dan kondisi kebangsaan tanpa menetapkan agenda politik khusus.
Sugiono menilai berbagai persoalan Indonesia tidak lahir dalam waktu singkat dan memerlukan penyelesaian yang berkesinambungan. Karena itu, ia menekankan kerja bersama antarunsur politik untuk menjaga arah pemerintahan tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat.
“Berbagai persoalan yang kita hadapi hari ini tidak muncul dalam waktu singkat. Ada masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun,” kata Sugiono.
Sekjen Gerindra itu menyatakan tidak semua persoalan dapat dituntaskan dalam satu periode pemerintahan. Pemerintah, menurut dia, tetap membutuhkan masukan, dukungan konstruktif, serta pengawasan dalam kerangka demokrasi.
Menjaga Perbedaan dalam Kerangka Bersama
Sugiono mengajak partai-partai pendukung Kabinet Merah Putih untuk menjaga komunikasi politik yang terbuka. Ia memandang perbedaan tidak perlu dihilangkan, selama seluruh pihak menempatkannya dalam bingkai kepentingan bangsa dan negara.
Pertemuan ini juga menjadi momentum refleksi menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sugiono mengajak seluruh elemen untuk merawat semangat persatuan, pengorbanan, dan gotong royong melalui kerja nyata bagi kepentingan rakyat.
Sekjen Golkar M. Sarmuji menyebut agenda tersebut sebagai silaturahmi dan makan malam tanpa pembahasan khusus. Ia mengatakan refleksi menjelang 17 Agustus diperlukan untuk mendekatkan cita-cita kemerdekaan dengan langkah pembangunan.
Ruang Bertukar Pandangan Antarkoalisi
Sekjen PKS Muhammad Kholid mengatakan silaturahmi antarsekjen itu telah lama direncanakan. Ia menyebut para pengurus partai ingin saling bertukar pikiran dan memberikan dukungan sebagai anggota koalisi.
Sementara itu, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid menyatakan agenda tersebut merupakan kegiatan rutin untuk menguatkan soliditas internal. Ia menyebut pertemuan menjadi ruang untuk saling memperbarui informasi mengenai perkembangan serta kondisi riil kebangsaan dan kenegaraan.
Hasanuddin juga menekankan adanya ikhtiar untuk mencari solusi strategis bagi kebaikan rakyat, bangsa, dan negara. Dengan demikian, pertemuan tidak hanya berfungsi sebagai ajang kebersamaan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi antarpengurus partai.
Perwakilan Partai yang Menghadiri Pertemuan
Sugiono menjadi tuan rumah dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Kamis malam. Wakil Ketua Umum Gerindra Prasetyo Hadi turut hadir bersama perwakilan dari sembilan partai lain.
| Partai | Tokoh yang Hadir |
|---|---|
| Gerindra | Sugiono dan Prasetyo Hadi |
| Golkar | M. Sarmuji |
| PKB | Hasanuddin Wahid |
| PKS | Muhammad Kholid |
| Demokrat | Herman Khaeron |
| PAN | Eko Patrio |
| NasDem | Hermawi Taslim |
| PSI | Raja Juli Antoni |
| Garuda | Ihsan Jauhari |
| Gelora | Mahfuz Sidik |
PPP tidak hadir karena sekjennya berhalangan. Kehadiran perwakilan partai parlemen dan nonparlemen menunjukkan forum tersebut melibatkan beragam unsur dalam koalisi pemerintahan.
Daftar kehadiran itu tercatat dalam laporan detikcom, Kompas.com, Antara, dan Kumparan. Pertemuan para sekjen tersebut digelar ketika koalisi menempatkan komunikasi internal sebagai salah satu unsur penting untuk menghadapi persoalan bangsa secara bersama-sama.
Dengan suasana kekeluargaan, pertemuan menjelang kemerdekaan itu menegaskan kembali kebutuhan akan kesinambungan kerja politik. Bagi Sugiono, semangat persatuan dan gotong royong perlu terus dijaga agar kepentingan rakyat tetap menjadi tujuan utama.






