Dewa 19 hingga Project Pop Tarik Massa, Malam Merdeka Ubah Pusat Jakarta Jadi Panggung

Penampilan Dewa 19, NDX AKA, Rizky Febian, Project Pop, Feel Koplo, dan Ndarboy Genk menarik warga ke pusat Jakarta pada peringatan Malam Merdeka, Senin (17/8/2026). Panggung gratis di Monas, Sarinah, dan Bundaran HI membuat kawasan tersebut dipadati pengunjung.

Antusiasme warga tetap tinggi meski sebagian dari mereka memiliki jadwal kuliah atau kerja pada hari berikutnya. Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati hiburan di tengah ibu kota.

Pilihan Panggung di Tiga Titik Perayaan

Monas menawarkan gabungan kirab pengembalian Bendera Pusaka dan konser musik. Sarinah menjadi tujuan penonton Rizky Febian serta Project Pop, sementara Bundaran HI memadukan konser dengan pawai mobil hias.

LokasiMusisi yang TampilDaya Tarik Lain
MonasDewa 19, NDX AKAKirab pengembalian Bendera Pusaka
SarinahRizky Febian, Project PopPanggung hiburan
Bundaran HIFeel Koplo, Ndarboy GenkPawai mobil hias

Mitha (23) dari Pulogadung hadir di Monas sejak sore untuk menyaksikan kirab pengembalian Bendera Pusaka. Setelah agenda tersebut, ia berencana menonton Dewa 19 dan NDX AKA yang disukainya.

“Setelah ini mau lanjut nonton konser. Mau nonton konser gratis. Kebetulan ada Dewa 19 sama NDX AKA, dua-duanya aku suka, jadi sayang (kalau) dilewatkan,” kata Mitha.

Ia tetap datang meski harus mengikuti kuliah keesokan hari. Mitha menyebut acara seperti itu tidak berlangsung setiap hari, terutama ketika band favorit tampil tanpa biaya masuk.

“Besok emang kuliah, tapi enggak setiap hari ada acara seperti ini. Mumpung gratis dan kebetulan band favorit tampil, ya aku sempatkan datang,” ujarnya.

Sarinah dan Bundaran HI Tetap Ramai

Dera (20) dan Winda (25) memilih Sarinah dengan tujuan yang telah mereka tentukan sejak awal. Keduanya ingin melihat Rizky Febian dan Project Pop secara langsung dalam gelaran Malam Merdeka.

“Kami emang dari awal sudah niat ke Sarinah karena mau lihat Rizky Febian sama Project Pop. Jarang bisa lihat langsung, apalagi acaranya gratis,” kata Dera.

Winda, yang harus kembali bekerja pada hari berikutnya, menilai malam perayaan dapat menjadi waktu untuk beristirahat sejenak dari kesibukan. Ia juga menikmati suasana warga yang berkumpul merayakan kemerdekaan.

“Besok emang tetap ada kerja, tapi kita pikir sekali-sekali luangin waktu buat hiburan. Besok bisa balik sibuk lagi, malam ini menikmati dulu,” ujar Winda.

Di Bundaran HI, Tisa (27), seorang aparatur sipil negara di lingkungan kementerian, menyaksikan Feel Koplo dan Ndarboy Genk. Ia juga ingin menyapa rekan-rekannya yang mengikuti pawai mobil hias kementerian di Jalan MH Thamrin.

Tisa sempat mempertimbangkan agenda kerja dan kuliah yang menantinya. Namun, ia akhirnya datang karena ingin menikmati konser gratis di tengah Jakarta.

“Tapi akhirnya tetap datang karena kapan lagi bisa menikmati konser gratis di tengah Jakarta. Besok kuliah lagi, malam ini hiburan dulu,” kata Tisa.

Kepadatan pengunjung turut berdampak pada lalu lintas di sekitar area perayaan. Jalan MH Thamrin dan Jalan Kebon Sirih ditutup, sementara polisi memberlakukan pengalihan arus kendaraan.

Tisa mengakui perjalanan pulang menjadi tantangan ketika kawasan dipenuhi warga dan antrean. Meski demikian, keramaian tersebut tidak mengurangi semangatnya mengikuti puncak perayaan.

“Capek pasti, tapi begitu sampe sini lihat rame begini malah antusias. Walaupun agak PR juga pulangnya,” ujarnya.

Baca Juga