Dua kontak senjata terjadi di Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dalam rangkaian gangguan keamanan yang melibatkan personel TNI dan kelompok bersenjata. Insiden tersebut menyebabkan satu prajurit TNI gugur, tiga prajurit terluka, serta tiga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan tewas.
TNI menegaskan setiap penindakan di lapangan harus mengikuti prosedur operasi standar dan aturan pelibatan. Ketentuan itu disebut diperlukan agar tindakan prajurit tetap profesional, berada dalam koridor hukum, dan menghormati hak asasi manusia.
Rangkaian Insiden di Dua Kabupaten
| Lokasi | Kejadian | Informasi Pascainsiden |
|---|---|---|
| Jila, Kabupaten Mimika | Kontak tembak di sekitar Posramil Jila Kodim 1710/Mimika. | Tiga prajurit terluka, satu di antaranya gugur. |
| Eral Makawia, Kabupaten Puncak | Patroli TNI berujung kontak senjata di kawasan hutan. | Tiga anggota OPM tewas dan delapan senjata api disita. |
Kontak tembak di Jila dipicu serangan terhadap Posramil Jila Kodim 1710/Mimika. Kelompok penyerang disebut berasal dari Kodap III Puncak yang dipimpin Pemne Kogoya.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto menyatakan tiga prajurit TNI mengalami luka akibat kejadian itu. Salah satu korban luka kemudian gugur dalam rangkaian insiden tersebut.
“Kontak tembak prajurit TNI dengan KKB dari Kodap III Ndugama mengakibatkan tiga prajurit terluka dan salah satunya gugur,” kata Tri Purwanto kepada ANTARA di Jayapura pada Senin. Ia menyebut proses evakuasi para korban sedang dilakukan.
Imbauan Menyerah di Eral Makawia
Insiden lain terjadi di kawasan hutan Distrik Eral Makawia pada Minggu (16/8). Personel dari Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS sedang melakukan patroli ketika berhadapan dengan kelompok bersenjata.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan pasukan mendekati kelompok tersebut dan meminta mereka menyerahkan diri. Menurut dia, kelompok itu justru membuka tembakan ke arah prajurit.
“Kejadiannya saat kami melakukan patroli, kami mendekati mereka dan melihat mereka, mengimbau mereka untuk menyerahkan diri, tetapi mereka akhirnya justru menembaki kami,” ujar Lucky Avianto di Timika. Ia mengatakan pasukan kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai peraturan.
Dalam kontak senjata itu, tiga anggota OPM dilaporkan tewas. Pasukan selanjutnya memeriksa area untuk mencari barang bukti dan memastikan keadaan di lokasi.
Pemeriksaan menghasilkan delapan pucuk senjata api serta amunisi yang disebut telah dipersiapkan untuk memicu gangguan keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Jenazah tiga anggota OPM tidak ditemukan karena disebut telah dibawa rekan mereka ke dalam hutan.
Stabilitas Keamanan Jadi Perhatian
Rangkaian peristiwa di Mimika dan Puncak kembali menyoroti kondisi keamanan di sejumlah wilayah pedalaman Papua Tengah. TNI menyatakan upaya pengamanan akan tetap dilakukan untuk mencegah gangguan berlanjut.
Lucky Avianto menyerukan anggota kelompok bersenjata agar meletakkan senjata dan menyerahkan diri. Ia meminta mereka kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia demi Papua yang aman, damai, dan sejahtera.
Koordinasi TNI dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat setempat akan dilanjutkan dalam penjagaan stabilitas wilayah. Langkah itu ditujukan untuk mendukung situasi aman di Mimika dan Puncak.






