Dana PIP untuk 18 Juta Siswa Kalah Besar dari Alokasi Guru Non-ASN pada 2027

Program Indonesia Pintar atau PIP memperoleh anggaran Rp13,79 triliun untuk menjangkau 18 juta siswa pada 2027. Namun, nilainya masih berada di bawah dana kesejahteraan guru non-ASN yang mencapai Rp14,09 triliun.

Perbedaan alokasi itu menjadikan kesejahteraan guru non-ASN sebagai pos terbesar dalam delapan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Besarnya dana tersebut didorong peningkatan jumlah guru yang telah memiliki sertifikat pendidik.

Delapan Program Menyerap Rp55,51 Triliun

Total pendanaan untuk delapan prioritas Kemendikdasmen mencapai Rp55,51 triliun. Program-program tersebut mencakup bantuan siswa, penguatan guru, perbaikan fasilitas, layanan pendidikan terpadu, dan digitalisasi.

Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah mendapat Rp9,28 triliun. Dana ini digunakan untuk pengerjaan fisik sekolah yang ditargetkan rampung seluruhnya pada 2028.

PrioritasNilai AnggaranFokus
Kesejahteraan guru non-ASNRp14,09 triliunDukungan guru bersertifikat pendidik
Program Indonesia PintarRp13,79 triliun18 juta siswa berbasis DTSEN
Revitalisasi sekolahRp9,28 triliunPengerjaan fisik hingga 2028
Sekolah Nasional TerintegrasiRp7,21 triliunLayanan SMP-SMA bagi siswa berprestasi
Digitalisasi pendidikanRp5,83 triliunPenguatan program digital
Bantuan pendidikan dasar gratisRp5 triliunRintisan Wajib Belajar 13 tahun
Bantuan perlengkapan sekolahRp250 miliarPerlengkapan peserta didik
Studio GuruRp40 miliarProgram prioritas Kemendikdasmen

Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi salah satu program dengan dana besar, yakni Rp7,21 triliun. Anggaran itu disiapkan untuk layanan pendidikan terpadu tingkat SMP hingga SMA bagi siswa berprestasi.

Digitalisasi pendidikan memperoleh Rp5,83 triliun. Kemendikdasmen juga menyiapkan Rp5 triliun untuk bantuan pendidikan dasar gratis yang mendukung rintisan Wajib Belajar 13 tahun.

Revitalisasi Dilaksanakan Secara Swakelola

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyatakan revitalisasi sekolah merupakan bagian dari program besar yang dicanangkan Presiden sejak tahun sebelumnya. Program pengerjaan fisik itu dilaksanakan secara swakelola oleh sekolah masing-masing.

“Ini bagian dari program masif yang dicanangkan oleh Bapak Presiden sejak tahun lalu dan dilaksanakan dengan swakelola oleh sekolah masing-masing,” kata Atip. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Di sisi lain, bantuan perlengkapan sekolah memperoleh Rp250 miliar. Studio Guru mendapatkan anggaran Rp40 miliar sebagai bagian dari agenda prioritas kementerian.

Rincian Pagu dan Program Pendukung

Pagu anggaran Kemendikdasmen secara keseluruhan ditetapkan Rp61,1 triliun pada tahun anggaran 2027. Sebanyak Rp61,0 triliun bersumber dari Rupiah Murni, Rp30,8 miliar dari Badan Layanan Umum, dan Rp9,05 miliar dari Pendapatan Negara Bukan Pajak.

Belanja operasional dari komponen Rupiah Murni mencapai Rp2,69 triliun. Belanja non-operasional bernilai Rp58,36 triliun dan menjadi porsi dominan dalam struktur anggaran kementerian.

Pelaksanaan tugas dan fungsi bidang pendidikan di luar delapan prioritas memperoleh Rp1,59 triliun. Anggaran untuk Sekolah Indonesia Luar Negeri mencapai Rp176,5 miliar.

Beasiswa ADEM memperoleh Rp123,6 miliar, sedangkan beasiswa prestasi mendapat Rp245,8 miliar. Kemendikdasmen juga mengalokasikan Rp210 miliar untuk beasiswa kualifikasi S1/D4 guru.

Pengembangan kompetensi STEM, MIPA, dan digitalisasi guru mendapat Rp152,1 miliar. Dana Rp133,9 miliar disiapkan bagi upskilling atau reskilling pendidik berstandar industri, sementara penjaminan mutu satuan pendidikan memperoleh Rp227,3 miliar.

Baca Juga