Dari Nila hingga Mas, 350 Ribu Benih Ikan Dibuka untuk Usaha Warga di Jawa Barat

Sebanyak 350 ribu ekor benih ikan nila dan ikan mas disalurkan kepada masyarakat di daerah pemilihan II Jawa Barat. Bantuan ini diarahkan untuk memberi peluang usaha budi daya bagi kelompok warga penerima.

Program tersebut memadukan benih ikan dengan pendampingan teknis yang mencakup pemeliharaan hingga pemasaran hasil produksi. Penyediaan pakan dan pengelolaan hasil juga menjadi bagian dari dukungan yang disiapkan.

Dua Jenis Benih dalam Satu Program

Benih ikan nila mendominasi jumlah bantuan dengan alokasi 250 ribu ekor. Sementara itu, bantuan benih ikan mas mencapai 100 ribu ekor.

Jenis BenihJumlahPeruntukan
Benih ikan nila250.000 ekorKelompok masyarakat
Benih ikan mas100.000 ekorKelompok masyarakat
Total bantuan350.000 ekorPengembangan usaha budi daya

Penyaluran dua jenis benih itu menjadi bagian dari program pengembangan budi daya perikanan masyarakat. Kelompok penerima diharapkan dapat menjalankan usaha secara berkelanjutan melalui dukungan yang tersedia.

Aspirasi Warga Menjadi Dasar Penyaluran

Salah satu kegiatan penyaluran berlangsung di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada 3 Agustus 2026. Kegiatan itu dihadiri Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto dan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar Dadang M. Naser.

Koordinator Dadang M. Naser, Lutfy Pradana, mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut aspirasi masyarakat yang dihimpun pada masa reses. Program kemudian diarahkan untuk menjawab kebutuhan warga melalui bantuan yang dapat dikelola dalam kegiatan produktif.

Lutfy menyebut Dadang M. Naser akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat lewat program berkelanjutan. Bidang yang disebut menjadi perhatian mencakup perikanan, pertanian, dan peternakan.

Pengelolaan Hasil Menjadi Perhatian

Penerima manfaat tidak hanya diarahkan untuk memelihara benih ikan yang diterima. Mereka juga akan mendapat pendampingan dalam pengelolaan hasil produksi serta akses pasar.

Rangkaian dukungan itu menempatkan usaha budi daya sebagai tujuan utama program. Ketersediaan pakan turut disebut dalam pendampingan yang disiapkan bagi penerima bantuan.

Panggah Susanto mengatakan penyerapan aspirasi perlu diterjemahkan menjadi program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Dalam keterangan yang dikutip mediaindonesia.com, ia menyatakan program ditujukan bagi masyarakat di daerah pemilihan maupun masyarakat Indonesia secara umum.

“Kami ingin Partai Golkar hadir di tengah-tengah masyarakat dan membuktikan komitmennya melalui berbagai program yang tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah,” kata Panggah. Ia menegaskan program masyarakat perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayah.

Harapan Manfaat Berkelanjutan

Warga Desa Jayamekar, Salsabila, melihat bantuan ini sebagai peluang bagi kelompok pembudidaya untuk memperluas kegiatan usaha. Ia menilai pengelolaan yang baik akan menentukan manfaat jangka panjang dari bantuan tersebut.

“Amanah ini akan kami jaga dan kelola sebaik mungkin agar memberikan manfaat yang berkelanjutan,” kata Salsabila. Harapan itu sejalan dengan skema pendampingan yang mencakup pakan, produksi, dan pemasaran bagi warga penerima.

Baca Juga