Di Usia 76 Tahun, Bekasi Didorong Menyeimbangkan Industri, Lingkungan, dan SDM

Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 menjadi momentum untuk menegaskan arah pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan industri. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong keseimbangan antara aktivitas ekonomi, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Arah tersebut penting bagi Bekasi yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri utama di Jawa Barat. Pertumbuhan ekonomi dan tingkat upah yang relatif tinggi dinilai telah memberi kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat daerah itu.

Meski demikian, manfaat industri perlu dirasakan secara lebih luas oleh warga lokal. Pemerintah daerah didorong menyiapkan masyarakat agar memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dedi meminta anak-anak Bekasi dipersiapkan menjadi tenaga kerja terampil. Ia menilai langkah ini dapat memperbesar peran masyarakat setempat dalam perkembangan industri sekaligus mendorong terbentuknya kelas menengah baru.

“Anak-anak Bekasi harus dipersiapkan menjadi tenaga kerja terampil dan bagian dari kelas menengah baru, sehingga masyarakat lokal dapat mengambil peran lebih besar dalam perkembangan industri di daerahnya,” ujar Dedi Mulyadi. Penguatan pendidikan vokasi disebut sebagai salah satu jalur untuk meningkatkan daya saing generasi muda.

Akses beasiswa dan pengembangan keterampilan pada jenjang pendidikan menengah hingga perguruan tinggi juga dinilai perlu diperluas. Upaya tersebut diharapkan membuat kesempatan kerja di sektor industri tidak hanya dinikmati oleh pendatang.

Lingkungan tidak boleh tersisih

Keseimbangan pembangunan juga menuntut perlindungan terhadap ruang hidup warga. Dedi mengingatkan ruang terbuka hijau, persawahan, sungai, dan kawasan permukiman perlu tetap dijaga di tengah perkembangan kawasan industri.

Penataan permukiman menjadi salah satu langkah yang disoroti dalam upaya menjaga kualitas lingkungan. Pengelolaan sampah, kebersihan sungai, penghijauan, serta perlindungan kawasan pertanian dan ekologi juga masuk dalam perhatian.

Menurut Dedi, lingkungan tidak seharusnya diperlakukan sebagai unsur tambahan dalam pembangunan ekonomi. Pemerintah daerah perlu memastikan kegiatan industri terus berjalan tanpa mengabaikan fungsi ruang yang dibutuhkan masyarakat.

“Namun pertumbuhan industri harus terus diimbangi dengan perhatian terhadap lingkungan, ruang terbuka hijau, persawahan, sungai dan kawasan permukiman agar pembangunan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Dedi. Pernyataan itu disampaikan saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi dalam rangka tasyakuran hari jadi daerah.

Rapat paripurna tersebut berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 digunakan untuk mengingatkan pentingnya pembangunan yang memberi manfaat luas dan berkelanjutan.

Kampung dan infrastruktur sebagai penguat

Di luar sektor industri, Dedi mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal di kawasan perkampungan. Kampung-kampung diminta memiliki karakter dan kekuatan ekonomi masing-masing agar perputaran ekonomi masyarakat semakin kuat.

“Bangun kampung-kampung yang memiliki karakter dan potensi ekonomi sendiri agar perputaran ekonomi masyarakat semakin kuat di Kabupaten Bekasi,” katanya. Pengembangan tersebut dipandang dapat melengkapi kekuatan industri yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi Bekasi.

Pembangunan fisik juga tetap diperlukan untuk menunjang arah pertumbuhan tersebut. Infrastruktur yang memperkuat konektivitas antarwilayah serta membuka akses ke pusat kegiatan ekonomi dan layanan publik dinilai perlu terus dikembangkan.

Laporan Jurnas menyebut penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu permintaan Dedi kepada pemerintah daerah. Kebutuhan industri dan kemampuan warga lokal diharapkan dapat semakin selaras melalui perluasan pendidikan serta pelatihan keterampilan.

Dengan demikian, pembangunan Bekasi diharapkan tidak berhenti pada perluasan aktivitas ekonomi. Perlindungan lingkungan, peningkatan kemampuan masyarakat, ekonomi kampung, dan konektivitas wilayah menjadi bagian dari agenda yang berjalan beriringan.

Baca Juga