Dari Produk UMKM hingga Pupuk Organik, Rest Area Jasa Marga Ubah Perannya

Tempat istirahat di jalan tol kini disiapkan untuk menjalankan fungsi yang lebih luas daripada sekadar lokasi berhenti. Jasa Marga mengembangkan Travoy Rest dengan produk UMKM lokal, pengisian kendaraan listrik, ruang terbuka hijau, dan pengelolaan sampah terpadu.

Salah satu hasil pengolahan sampah di kawasan tersebut akan dimanfaatkan menjadi pupuk organik. Pendekatan ini menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari layanan yang diterima pengguna jalan tol.

Sampah dipilah hingga diolah

Pengelolaan sampah di Travoy Rest mencakup pemilahan dari sumber, pengumpulan, pemrosesan, dan pemanfaatan hasil olahan. Jasa Marga mengembangkan skema itu melalui konsep showcase waste management.

Konsep tersebut mendukung penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG. Pengembangan kawasan juga tetap berfokus pada kenyamanan serta kebutuhan praktis pengguna jalan.

Travoy Rest KM 88A dan KM 88B berada di Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang atau Cipularang, Jawa Barat. Keduanya dikembangkan dengan pembagian fokus yang berbeda.

KawasanFokus utamaUnsur layanan
Travoy Rest KM 88AFasilitas esensialToilet, ruang hijau, alur kendaraan, dan parkir
Travoy Rest KM 88BProduk UMKM lokalProduk khas Nusantara dan kuliner

Toilet dan ruang hijau di KM 88A

KM 88A dipersiapkan sebagai percontohan untuk pengembangan tempat istirahat selanjutnya. Prioritasnya mencakup perluasan kawasan, rejuvenasi dan relokasi toilet, serta penataan kendaraan dan parkir.

Jumlah toilet di kedua tempat istirahat ditambah sebagai bagian dari pembenahan fasilitas. Ruang terbuka hijau juga menjadi salah satu elemen yang dipersiapkan di KM 88A.

Jasa Marga turut menyediakan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di kedua lokasi. Layanan ini ditambahkan untuk menjawab kebutuhan kendaraan listrik dalam perjalanan melalui ruas tol tersebut.

KM 88B mengangkat kuliner Nusantara

Di KM 88B, pengembangan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan peran UMKM lokal. Kehadiran produk khas Nusantara diharapkan memberi pilihan kuliner yang lebih beragam bagi pengguna Jalan Tol Cipularang.

Informasi mengenai arah pengembangan kedua kawasan ini disampaikan dalam kunjungan Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria. Ia meninjau KM 88A dan KM 88B bersama Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono.

Pembenahan tempat istirahat menjadi bagian dari strategi Jasa Marga untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan. Perusahaan ingin kawasan tersebut memberi pengalaman yang lebih berkesan bagi pengguna jalan.

Pemantauan jutaan kendaraan

Transformasi layanan Jasa Marga juga ditopang pusat kendali digital di Jatiasih, Bekasi. Jasamarga Tollroad Command Center atau JMTC memantau seluruh jaringan jalan tol Jasa Marga selama 24 jam secara waktu nyata.

JMTC didukung lebih dari 3.500 CCTV, perangkat penghitungan lalu lintas, papan informasi elektronik, kamera kecepatan, timbangan berjalan, radar lalu lintas, kecerdasan buatan, serta analisis data besar. Sistem itu memantau sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari.

Data yang dihimpun digunakan untuk mendukung keputusan cepat ketika kondisi darurat atau rekayasa lalu lintas diperlukan. Pengguna jalan dapat memperoleh informasi kondisi perjalanan yang lebih akurat melalui dukungan sistem tersebut.

Dony menilai teknologi perlu membantu masyarakat memperkirakan waktu tempuh perjalanan. Jasa Marga menyatakan akan melanjutkan penguatan inovasi, digitalisasi, dan keberlanjutan untuk mendukung perjalanan yang aman, nyaman, lancar, dan berkeselamatan.

Baca Juga