Posko hingga Fasilitas Kesehatan Dapat Bantuan saat Listrik NTT Pulih 88 Persen

Posko terpadu, pengungsian lapangan, dan fasilitas kesehatan di Nusa Tenggara Timur menjadi sasaran bantuan setelah gempa. Dukungan disalurkan ke Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Manggarai.

Bantuan mencakup bahan makanan, obat-obatan, kebutuhan bayi, air bersih, serta genset. Bank Mandiri dan BRI menyalurkan kebutuhan dasar tersebut ke lokasi yang membutuhkan respons cepat.

Ketersediaan genset dan penerangan mendukung kebutuhan warga serta layanan di titik-titik darurat. Di saat bersamaan, PT PLN melanjutkan pemulihan kelistrikan di kawasan terdampak.

Layanan Listrik Menjangkau 88 Persen Pelanggan

Pemulihan listrik di wilayah bencana telah mencapai 88 persen pelanggan. Jaringan listrik yang pulih dilaporkan telah mencapai 98,3 persen.

PLN menyediakan penerangan darurat selama proses pemulihan berlangsung. Listrik menjadi kebutuhan penting bagi warga di pengungsian dan fasilitas kesehatan yang tetap beroperasi.

InstansiPeranHasil atau Bantuan
PT PLNMemulihkan kelistrikan88 persen pelanggan dan 98,3 persen jaringan pulih
Telkom IndonesiaMemperbaiki komunikasiMenjaga komunikasi warga dan koordinasi petugas
Bank Mandiri dan BRIMenyalurkan bantuan dasarMakanan, obat, kebutuhan bayi, air bersih, genset

Telkom Indonesia juga mempercepat pemulihan jaringan komunikasi di lapangan. Upaya itu ditujukan agar warga dan unsur penanganan bencana tetap dapat berkoordinasi.

Danantara Indonesia bersama BUMN Peduli mengoordinasikan penanganan melalui sejumlah perusahaan negara. Kolaborasi tersebut melibatkan PLN, Telkom Indonesia, Bank Mandiri, dan BRI.

Gempa M7,7 Memicu Pengungsian

Medcom.id melaporkan gempa tektonik berkekuatan M7,7 mengguncang Flores, NTT, pada Sabtu pagi (15/8) pukul 04.58 WIB. Peristiwa itu menyebabkan sedikitnya 47 orang meninggal dunia.

Sekitar 5.000 warga dilaporkan mengungsi akibat gempa tersebut. Rumah dan infrastruktur di wilayah terdampak juga mengalami kerusakan.

Pemerintah Provinsi NTT menetapkan status tanggap darurat bencana setelah peristiwa itu. Status tersebut menjadi dasar percepatan penanganan kebutuhan masyarakat dan pemulihan layanan vital.

Melalui unggahan Instagram @danantara.indonesia pada Minggu (16/09/2026) malam, manajemen menyampaikan bahwa koordinasi dilakukan sebagai respons terhadap situasi di NTT. “Langkah tanggap darurat hingga pascabencana ini menjadi bukti komitmen Danantara Indonesia untuk terus hadir, mendampingi dan menguatkan masyarakat terdampak,” tulis manajemen.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengirimkan 50 ribu paket sembako untuk masyarakat terdampak. Sejumlah kementerian, BNPB, Basarnas, Bulog, Pertamina, dan Telkom Indonesia turut mendapat penugasan dalam penanganan bencana NTT.

Rangkaian dukungan tersebut mencakup pemulihan layanan dasar, komunikasi, dan distribusi kebutuhan warga. Danantara Indonesia menyatakan keterlibatan BUMN akan berlanjut hingga tahap pascabencana.

Baca Juga