Bambang Berlari dalam Syok usai Ditolong, Petunjuknya Tato dan Ban Oranye

Muhammad Bambang Arr Ray Bach langsung berlari menuju meja orang tuanya dalam keadaan syok setelah nyaris tenggelam di perairan Bali. Anak tersebut baru dapat mengisahkan sebagian kejadian ketika kondisinya mulai tenang.

Dalam cerita yang disampaikan kepada keluarganya, Bambang tidak dapat memastikan siapa orang yang menyelamatkannya. Namun, ia mengingat tato pada tubuh sang penolong dan ban pelampung oranye yang dilemparkan ke arahnya.

Meisya Siregar mengatakan Bambang juga mengingat pria itu mengenakan celana. Rangkaian detail tersebut menjadi petunjuk utama mengenai sosok yang membantu putranya keluar dari situasi berbahaya.

“Bambang pas lagi tenggelam Bambang nggak tahu siapa yang nyelamatin, tapi Bambang ingat orangnya tatoan. Pakai celana, terus dia lemparin ban ke Bambang, warna oranye,” kata Meisya.

Petunjuk mengarah kepada pria asing

Bambang menduga penolongnya merupakan warga negara asing yang berada di lokasi. Ia menyebut sosok itu sebagai “om Arab” atau pria asing yang sempat bermain dengannya sebelum insiden terjadi.

Meisya mencoba menanyakan lebih jauh apakah penolong itu merupakan warga lokal atau wisatawan. Jawaban Bambang tetap mengarah kepada pria asing, tetapi identitasnya belum dapat dipastikan.

“Bambang sih main sama om itu, om Arab… om-om Arab bule gitu,” ujar Meisya dalam pernyataan yang dikutip Liputan6. Keterangan tersebut belum cukup untuk mengungkap nama maupun asal pria bertato itu.

Hingga saat ini, keluarga hanya memiliki gambaran umum tentang penolong Bambang. Ban pelampung berwarna oranye menjadi benda yang paling diingat anak tersebut dari peristiwa itu.

Kepanikan di lokasi

Insiden yang dialami Bambang ternyata disebut bukan satu-satunya kejadian di perairan Bali pada malam itu. Meisya mengungkapkan sejumlah anak lain juga mengalami situasi serupa di area yang sama.

Seorang teman Bambang disebut diselamatkan oleh pria asing lainnya. Di sekitar lokasi, Meisya mendengar teriakan orang tua yang meminta pertolongan untuk anak mereka.

“Temennya Bambang yang nyelamatin orang bule. Dan ada lima anak lagi kejadian yang sama yang orang tuanya lagi teriak-teriak, ‘Tolong, tolong anak saya,’” ujar Meisya.

Peristiwa tersebut membuat beberapa keluarga di lokasi diliputi kepanikan. Bambang telah selamat, tetapi sosok pria yang menolongnya masih menjadi misteri bagi keluarga Meisya Siregar.

Ingatan Bambang kini tertuju pada tiga hal, yakni pria asing, tato, dan ban pelampung oranye. Detail itu menjadi gambaran tentang pertolongan yang diterimanya saat nyaris tenggelam di perairan Bali.

Baca Juga