Sarah Azhari mengatakan rutinitas perawatan dirinya tidak rumit meski penampilannya di usia 49 tahun dinilai tetap bugar dan menawan. Ia hanya menyebut pelembap, mencuci muka, facial biasa, serta makanan sehat sebagai kebiasaan yang dijaga.
Sarah tidak mengaitkan penampilannya dengan prosedur kecantikan medis. Ia mengaku belum pernah menggunakan botox, filler, atau tindakan serupa pada wajahnya.
“Pakai moisturizer aja. Cuci muka sama makan makanan yang sehat, gitu aja. Simpel,” kata Sarah. Rutinitas tersebut menjadi gambaran cara ia merawat diri tanpa langkah yang kompleks.
Perawatan Tidak Harus Kompleks
Facial biasa menjadi perawatan wajah yang disebut Sarah dalam kesehariannya. Ia menjalani facial untuk membersihkan kulit, bukan sebagai bagian dari prosedur injeksi maupun tindakan estetika medis.
Sarah membedakan perawatan dasar itu dengan botox dan filler. Hingga sekarang, ia belum tertarik mencoba tindakan yang melibatkan bahan tertentu pada wajah.
Pilihan Perawatan Wajah Sederhana tersebut berangkat dari kenyamanan pribadi. Sarah tidak ingin memaksakan diri mengikuti metode yang belum sesuai dengan keinginannya.
Ia juga mengaku memiliki rasa takut terhadap prosedur injeksi. “Agak takut,” ujar Sarah ketika membahas alasannya belum mencoba botox atau filler.
Keputusan itu membuatnya tetap mempertahankan tampilan natural. Sarah menegaskan tidak ada tindakan apa pun yang dijalani pada wajahnya saat ini.
Menanggapi Perhatian Publik
Publik kerap melihat penampilan Sarah seolah tidak banyak berubah oleh waktu. Namun, Sarah menilai dirinya sama seperti perempuan lain dan tidak merasa memiliki keunggulan khusus.
“Masa? Biasa aja. Sama seperti perempuan yang lain,” ucap Sarah saat menerima pujian mengenai penampilannya. Pernyataan itu disampaikan saat ia ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Respons tersebut sejalan dengan caranya memandang perawatan kecantikan. Ia tidak menjadikan penampilan sebagai alasan untuk segera mengikuti prosedur yang sedang banyak diminati.
Sarah menempatkan kebersihan wajah dan perhatian terhadap makanan sebagai hal yang lebih dekat dengan kebiasaannya. Ia juga tidak memaparkan rangkaian produk khusus yang digunakan setiap hari.
Pengalaman Melihat Tren Kecantikan
Sarah sempat membandingkan tren perawatan di Indonesia dengan pengalamannya selama tinggal di Amerika Serikat. Ia mengaku terkejut melihat tingginya minat terhadap prosedur medis dalam industri kecantikan di Indonesia.
Menurut hot.detik.com, Sarah menilai sebagian perawatan yang dijalani orang di Indonesia tampak lebih intens dibanding kebiasaannya. Pandangan tersebut tidak mengubah pilihannya untuk tetap menjalani metode yang sederhana.
“Perawatan juga gak terlalu perawatan-perawatan banget sih,” kata Sarah. Ia menggambarkan bahwa perawatan yang dilakukan tidak banyak dan tidak berorientasi pada tindakan medis.
Botox dan filler belum menjadi pilihan bagi Sarah, setidaknya untuk saat ini. Ia masih memilih mempertahankan penampilan natural dengan rutinitas yang dianggap cukup bagi dirinya.
Sarah tidak menutup kemungkinan mengenai pilihan perawatan pada masa depan. Namun, selama belum merasa nyaman, ia tetap berpegang pada kebiasaan membersihkan wajah, memakai pelembap, dan menjaga makanan sehat.






