Saat Band Indonesia Sudah Mendunia, The Panturas Desak Dukungan Lokal Didahulukan

Ali, LAIR, Milledenials, dan Grrrl Gang menjadi sejumlah nama yang disebut The Panturas sebagai bukti bahwa musik independen Indonesia mampu menjangkau luar negeri. Band asal Jakarta itu meminta capaian tersebut diikuti dukungan pemerintah yang lebih kuat bagi talenta lokal.

Menurut The Panturas, banyak musisi Indonesia telah mempunyai kualitas untuk membawa karya ke pasar global tanpa meninggalkan identitasnya. Tantangan terbesar justru muncul ketika mereka harus mengurus keberangkatan dan membiayai tur internasional.

Musisi atau BandAsalKiprah di luar negeri
AliJakartaTur di Jepang, Eropa, dan Australia
LAIRMajalengka, Jawa BaratTampil di program radio independen KEXP, Amerika Serikat
MilledenialsBaliMenjalani rangkaian tur di Jepang
Grrrl GangTidak disebutkanMemperluas aktivitas musik independen di luar negeri

Ali dikenal sebagai band funk bernuansa Timur Tengah dari Jakarta. LAIR, yang berasal dari Majalengka, Jawa Barat, memainkan musik psych-soul/funk dan pernah tampil langsung di KEXP di Amerika Serikat.

Gogon menyebut pencapaian berbagai band tersebut seharusnya menjadi alasan untuk memberi perhatian lebih besar pada musik lokal Indonesia. “Banyak band yang lebih sidestream yang bener-bener bagus gitu, band dari musik lokal,” ujarnya kepada Medcom.id.

Hambatan yang Dihadapi Musisi Independen

Meski peluang internasional tersedia, tidak semua musisi mampu merealisasikan undangan untuk tampil. Gogon menyoroti proses visa dan ketersediaan dana sebagai dua hambatan utama yang kerap menghalangi keberangkatan band Indonesia.

“Banyak banget band-band potensial di Indonesia gitu yang punya kesempatan tapi terbentur sama dua hal yaitu keluarnya visa sama nggak ada uangnya gitu. Jadi kalau ada support-support yang bisa ngebantu sih bagus banget,” kata Gogon.

Masalah tersebut juga berkaitan dengan keterbatasan yang dialami pemegang paspor Indonesia dalam proses perjalanan. Bagi musisi independen, biaya tur dan administrasi dapat menjadi beban besar meskipun mereka telah menerima undangan dari acara musik internasional.

The Panturas memandang dukungan pemerintah dapat membantu musisi membangun jejaring sekaligus memperkenalkan karya kepada pelaku industri luar negeri. Dukungan yang dimaksud tidak semata pembiayaan, tetapi juga perhatian yang konsisten terhadap perkembangan skena musik.

Pelajaran dari Kehadiran Pemerintah Taiwan

Gogon menemukan contoh bentuk perhatian itu saat The Panturas tampil di AXEAN Festival 2024 di Bali. Acara tersebut menjadi titik temu antara musisi independen Asia, promotor, dan pelaku industri musik internasional.

Di festival itu, ia berbincang dengan seorang pegawai pemerintah Taiwan yang hadir untuk memantau perkembangan skena musik negara lain. Gogon mengetahui bahwa pegawai tersebut memang dikirim pemerintah Taiwan untuk mengunjungi festival musik independen.

“Maksud gua, itu keren banget gitu bisa kayak gitu. Nah semoga di Indonesia ke depannya bisa kayak gitulah,” ucap Gogon. The Panturas juga mengamati bahwa beberapa band dari negara lain memperoleh dukungan pemerintah untuk tampil di luar negeri.

Menanggapi Wacana Investasi di Industri K-Pop

Permintaan agar musik lokal didahulukan muncul di tengah wacana investasi pemerintah pada sektor media, hiburan, dan industri K-Pop Korea Selatan melalui BPI Danantara. Acin menilai Indonesia dapat belajar dari negara yang telah lebih dahulu memperhatikan pertumbuhan musisi lokal.

“Daripada invest ke K-Pop kan katanya kemarin ada tuh,” ujar Acin. Pernyataan itu mengarah pada harapan agar pengembangan talenta dalam negeri memperoleh porsi perhatian yang setara atau lebih besar.

Gogon menegaskan bahwa musik K-Pop bagus, namun Indonesia juga mempunyai banyak musisi yang pantas didorong. Ia mencontohkan grup idol NoNa sebagai talenta Indonesia yang dinilai telah membawa nama negara ke ruang yang lebih luas.

Bagi The Panturas, dukungan sejak masa pertumbuhan di ekosistem independen dapat membuat peluang internasional lebih mudah diwujudkan. Langkah itu juga dinilai penting agar keberhasilan musisi Indonesia di luar negeri tidak menjadi pencapaian yang berdiri sendiri.

Baca Juga