Bali Satukan UMKM, Budaya, dan Isu Sampah dalam BRI Eco Culture Market 2026

BRI Eco Culture Market 2026 di Bali menyatukan promosi UMKM, pertunjukan budaya, dan pembahasan pengelolaan sampah dalam satu rangkaian acara. Konsep ini memberi pengunjung pilihan untuk berbelanja produk lokal sambil mengikuti kegiatan kreatif dan edukasi lingkungan.

Perhatian terhadap isu keberlanjutan muncul melalui Inspiring Talk Series yang menghadirkan Waste4Change. Sesi tersebut membahas pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, serta langkah praktis dalam menjaga lingkungan.

Ekonomi Lokal Bertemu Edukasi Lingkungan

Penggabungan pasar, hiburan, dan diskusi menjadi inti kegiatan BRImo Nusa Dua Eco Market 2026. Menurut Suara.com, acara ini dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi budaya, ekonomi kerakyatan, dan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Pendekatan itu tidak berhenti pada pembahasan di panggung. Program acara juga menyediakan aktivitas kreatif dan ruang santai bernuansa ramah lingkungan bagi pengunjung.

Pot Planting & Painting serta Crochet Workshop menjadi pilihan bagi peserta yang ingin mencoba keterampilan baru. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana santai dan melengkapi pengalaman festival di ruang terbuka.

Sunset Yoga dan Mat Pilates turut masuk dalam agenda kebugaran. Sesi ini mengajak pengunjung menjaga kondisi tubuh dan ketenangan pikiran dengan latar kawasan pantai Nusa Dua.

50 UMKM Mendapat Ruang Kurasi

Di sisi ekonomi, Eco Market menghadirkan 50 UMKM lokal terpilih dalam area kurasi khusus. Produk yang ditampilkan meliputi kriya autentik, fesyen berkelanjutan, dan kuliner khas Bali.

Area ini memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenalkan produknya kepada pengunjung yang lebih luas. Wisatawan domestik dan mancanegara dapat membeli langsung sekaligus melihat ragam produk yang membawa identitas Bali.

AreaFokus UtamaIsi Program
Eco MarketPenguatan usaha lokalKriya, fesyen berkelanjutan, kuliner khas
Culture StageBudaya dan gagasan inspiratifSeni tradisional, musik, diskusi
Workshop dan Aktivasi KomunitasKreativitas pengunjungPot Planting & Painting, Crochet Workshop
Sesi KebugaranKesehatan dan ketenanganSunset Yoga, Mat Pilates

Penyelenggara menyediakan Early Visitor Voucher untuk 50 pengunjung pertama pada setiap hari acara. Kebijakan ini mendorong kedatangan lebih awal sekaligus menjadi bentuk dukungan langsung terhadap perajin dan pelaku usaha setempat.

Budaya Tradisional dalam Kemasan Modern

Culture Stage menghadirkan pertunjukan seni budaya tradisional yang dikemas secara modern. Panggung tersebut juga menampilkan musik inspiratif serta hiburan interaktif untuk pengunjung dari berbagai usia.

Perpaduan program itu menempatkan budaya sebagai bagian dari pengalaman festival, bukan sekadar pelengkap pasar. Pengunjung dapat menikmati hiburan sembari mengenal gagasan keberlanjutan yang dibawa melalui acara.

Digelar Selama Dua Hari di Nusa Dua

Acara berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Sidewalk Peninsula Island, kawasan The Nusa Dua, Bali. Ribuan pengunjung dari keluarga muda, wirausaha muda, komunitas kreatif, hingga wisatawan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Picnic Seating Area atau Eco Corner disediakan sebagai tempat berkumpul untuk keluarga dan kerabat. Ruang ini melengkapi konsep festival luar ruang yang menghubungkan kegiatan belanja lokal, perayaan budaya, dan perhatian terhadap alam.

Melalui rangkaian tersebut, pelaku UMKM lokal memperoleh panggung untuk menjangkau pembeli yang lebih beragam. Di saat yang sama, pengunjung mendapat pengalaman yang menggabungkan produk Bali, kreativitas, kebugaran, dan edukasi lingkungan.

Baca Juga