Di Tengah Turun 20,4% Sejak Awal Tahun, BBCA Diburu Asing Rp98,3 Miliar

Saham BBCA masih turun 20,4% sejak awal tahun, tetapi investor asing justru membukukan beli bersih Rp98,3 miliar pada sesi I perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026. Arus dana itu muncul ketika harga BBCA menguat 1,18% ke Rp6.425.

Nilai pembelian bersih asing pada BBCA menjadi yang terbesar dibandingkan total beli bersih asing seluruh pasar sebesar Rp112,8 miliar. Situasi ini menonjolkan kontras antara minat beli pada satu sesi perdagangan dan tekanan harga yang masih terjadi dalam horizon tahunan.

Koreksi Tahunan Masih Membayangi

Selain turun 20,4% sejak awal tahun, BBCA juga masih berada 0,7% di bawah posisi sebulan sebelumnya. Dengan demikian, kenaikan harga pada sesi I 18 Agustus belum mengembalikan saham ke kinerja positif dalam dua periode tersebut.

Harga Rp6.425 mencerminkan penguatan harian yang terjadi bersamaan dengan masuknya dana asing. Pergerakan itu juga membawa BBCA melewati target jangka pendek yang sebelumnya dipatok CGS International Sekuritas Indonesia.

CGS menempatkan target jangka pendek pada rentang Rp6.375 hingga Rp6.400. Harga BBCA pada sesi I berada di atas batas atas kisaran tersebut.

Rincian Perdagangan Sesi I

Aktivitas transaksi BBCA pada sesi I mencapai Rp276,8 miliar. Sebanyak 43,3 juta saham berpindah tangan dalam sekitar 11,9 ribu kali frekuensi transaksi menurut data IDX.

IndikatorCatatanRincian
Harga BBCARp6.425Naik 1,18%
Beli bersih asing BBCARp98,3 miliar15,3 juta saham
Total nilai transaksi BBCARp276,8 miliar43,3 juta saham
Beli bersih asing pasarRp112,8 miliarSeluruh sesi I

Data yang dilansir Investor Daily mencatat pembelian bersih asing di BBCA mencakup 15,3 juta saham berdasarkan harga rata-rata sesi I. Angka tersebut berbeda dari total 43,3 juta saham yang diperdagangkan karena keduanya mengukur aktivitas yang tidak sama.

Pembelian bersih asing menunjukkan selisih antara pembelian dan penjualan oleh investor asing. Sementara itu, nilai transaksi Rp276,8 miliar mencakup seluruh transaksi jual beli yang terjadi pada saham BBCA selama sesi tersebut.

Perbandingan dengan Transaksi 14 Agustus

Minat beli asing pada BBCA juga tercatat pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026. Pada hari itu, nilai beli bersih asing mencapai Rp2,4 miliar.

Nilai Rp98,3 miliar pada sesi I 18 Agustus jauh lebih besar dibandingkan catatan 14 Agustus. Perbandingan itu menunjukkan peningkatan tajam dalam besaran pembelian bersih asing pada dua hari perdagangan yang disebutkan.

Area Penopang Harga

CGS International Sekuritas Indonesia menempatkan area penopang BBCA pada Rp6.250 hingga Rp6.300. “Harga saham BBCA memiliki area support di Rp6.250 hingga Rp6.300,” ujar CGS International Sekuritas Indonesia.

Harga Rp6.425 pada sesi I berada di atas rentang penopang tersebut. Meski arus asing besar dan harga menguat, data kinerja satu bulan serta sejak awal tahun tetap menunjukkan BBCA masih dalam kondisi terkoreksi.

Perhatian pasar kini tertuju pada pergerakan saham setelah harga melampaui target jangka pendek CGS. Catatan beli bersih asing yang dominan pada sesi I menjadi salah satu data penting di tengah penurunan BBCA dalam periode yang lebih panjang.

Baca Juga