Tim Indonesia yang melibatkan Atta Halilintar, Aurel Hermansyah, dan Ashanty akan berhadapan dengan total 40 seller global dalam X The League. Kompetisi ini mempertemukan delapan tim dari sembilan negara untuk memperebutkan hadiah utama USD 500 ribu.
Persaingan tersebut menempatkan kemampuan berjualan langsung sebagai pusat pertandingan. Setiap peserta harus mampu menjaga hiburan, membangun interaksi, dan mengarahkan perhatian penonton kepada produk yang dijual.
Delapan Tim dalam Satu Kompetisi
X The League menghadirkan format yang memperlakukan siaran langsung sebagai arena strategi. Keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh siapa yang tampil, tetapi juga oleh cara mereka mengelola audiens dan target penjualan.
| Rincian | Data Kompetisi |
|---|---|
| Negara peserta | 9 negara |
| Jumlah tim | 8 tim |
| Seller global | 40 seller |
| Hadiah utama | USD 500 ribu |
Hot.detik.com memberitakan bahwa hadiah utama kompetisi bernilai USD 500 ribu atau hampir Rp9 miliar. Nilai tersebut menjadi alasan tiap tim perlu menyiapkan pendekatan penjualan yang matang selama siaran berlangsung.
Dalam format ini, perhatian audiens merupakan modal yang harus dijaga secara konsisten. Peserta perlu menyampaikan produk dengan jelas sambil mempertahankan ritme tayangan yang tetap menghibur.
Lima Nama Membela Indonesia
Selain Atta Halilintar, Aurel Hermansyah, dan Ashanty, tim Indonesia diisi oleh Mami Louisse Scarlett dan Ibnu Wardani. Komposisi itu memadukan figur publik dengan pelaku penjualan dalam satu tim.
Pengalaman Atta di dunia live shopping menjadi salah satu bekal yang berkaitan dengan tantangan kompetisi. Namun, setiap anggota tetap perlu bekerja bersama untuk menjawab kebutuhan audiens dan target penjualan secara langsung.
Kompetisi ini juga membuka gambaran mengenai kerja seller di luar momen ketika kamera menyala. Penonton akan diajak melihat pertemuan dengan brand, distribusi produk, serta proses mengejar angka penjualan.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa live commerce tidak berhenti pada percakapan spontan di layar. Ada pengelolaan produk dan strategi yang perlu disusun agar sebuah sesi penjualan berjalan sesuai tujuan.
Hiburan Tetap Berjalan, Penjualan Tetap Diuji
Live commerce telah berkembang di Indonesia sebagai format yang menggabungkan promosi, komunikasi langsung, dan hiburan. X The League membawa pola tersebut ke kompetisi lintas negara dengan tekanan target yang lebih jelas.
Para peserta diberi ruang untuk menunjukkan pendekatan berbeda dalam menjalankan siaran. Kemampuan membaca audiens, memilih cara penyampaian, dan menjaga momentum menjadi bagian dari persaingan.
Tiffany Young dan BamBam GOT7 hadir untuk memandu jalannya X The League. Tiffany bertugas sebagai salah satu pembawa acara, sementara BamBam juga menjadi pemilik tim Thailand.
Kehadiran keduanya menambah unsur hiburan pada kompetisi yang berfokus pada aktivitas jual beli langsung. Meski demikian, hasil pertandingan tetap akan bergantung pada efektivitas strategi penjualan setiap tim.
Jadwal Penayangan
Perjalanan tim Indonesia dapat disaksikan setiap Rabu melalui Catchplay+. Penayangan ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana kreator dan seller Indonesia menghadapi persaingan di panggung global.
Atta, Aurel, Ashanty, Mami Louisse Scarlett, dan Ibnu Wardani membawa representasi Indonesia dalam format kompetisi tersebut. Mereka akan menguji kemampuan mengubah interaksi langsung dengan penonton menjadi hasil penjualan.






