Andy Burnham memulai masa jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris dengan pembicaraan mengenai isu keamanan internasional bersama Donald Trump. Salah satu topik yang diangkat adalah pembersihan ranjau di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi arus logistik global.
Komunikasi itu berlangsung setelah Burnham dilantik pada Senin, 20 Juli 2026. Pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan Inggris dengan Amerika Serikat langsung mencakup persoalan maritim, pertahanan, energi, dan perdagangan.
Agenda Luas dalam Percakapan Pertama
Selain Selat Hormuz, Trump menyebut pembicaraan dengan Burnham mencakup minyak Laut Utara, perdagangan, dan aliansi militer. Ia menyampaikan rincian agenda itu melalui unggahan di Truth Social.
“Kami membahas minyak Laut Utara, perdagangan, aliansi militer, pembersihan ranjau di Selat Hormuz, dan banyak topik lainnya,” tulis Trump. Ia juga menyatakan percakapan tersebut sangat menarik dan berlangsung sangat baik.
| Topik | Kepentingan Utama |
|---|---|
| Selat Hormuz | Keamanan jalur pelayaran dan logistik global |
| Aliansi militer | Kerja sama pertahanan Inggris-AS |
| Perdagangan | Hubungan ekonomi bilateral |
| Minyak Laut Utara | Kepentingan energi |
Pembicaraan mengenai Selat Hormuz memberi perhatian khusus pada keamanan navigasi di kawasan tersebut. Pembersihan ranjau menjadi isu strategis karena jalur itu berperan penting dalam pergerakan logistik internasional.
Tidak ada rincian mengenai mekanisme pembersihan ranjau maupun langkah lanjutan yang disepakati. Namun, penyebutan isu ini oleh Trump menunjukkan bahwa keamanan maritim telah masuk dalam agenda awal komunikasi kedua pemerintahan.
Pesan Dukungan Washington
Trump turut memberikan dukungan kepada Burnham dalam unggahan yang sama. Ia menyatakan optimistis perdana menteri baru Inggris itu dapat menjalankan tugasnya di tengah berbagai tantangan.
“Perdana Menteri memiliki tugas besar di depan, tetapi saya yakin dia akan mampu menjalaninya. Dan tentu saja, Amerika Serikat akan selalu siap membantu!” tulis Trump. Dukungan itu menegaskan komitmen AS untuk melanjutkan hubungan bilateral dengan Inggris.
Pernyataan tersebut juga menciptakan suasana berbeda dibandingkan sikap Trump sebelumnya terhadap Burnham. Trump pernah mengkritik politikus Partai Buruh itu sebagai sosok yang terlalu liberal.
Trump sebelumnya juga mempertanyakan komitmen Burnham terhadap pengembangan pengeboran minyak di Laut Utara. Kini, isu minyak Laut Utara justru menjadi salah satu bahan pembicaraan dalam komunikasi mereka setelah pelantikan.
Mulai Menggantikan Keir Starmer
Burnham menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri. Pihak Kerajaan Inggris mengonfirmasi Raja Charles III telah memberi mandat kepada Burnham untuk membentuk pemerintahan baru.
Pernyataan resmi kerajaan yang dikutip The Guardian menyebut Raja menerima audiensi Andrew Burnham dan memintanya membentuk pemerintahan. Burnham juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Pertama.
Dengan mandat tersebut, Burnham memasuki masa pemerintahan baru ketika sejumlah agenda luar negeri telah menunggu. Percakapannya dengan Trump menunjukkan Selat Hormuz, perdagangan, pertahanan, dan energi menjadi bagian dari pembahasan awal Inggris dengan mitra utamanya.






