Saat Tidak Bertanding, 6 Kebiasaan Ini Justru Menopang Performa Atlet Elite

Waktu di luar arena justru menjadi ruang penting untuk menjaga performa atlet elite. Enam kebiasaan sederhana, dari mengatur protein hingga melakukan gerak ringan saat beristirahat, membantu tubuh menghadapi tuntutan aktivitas secara lebih stabil.

Kebiasaan tersebut tidak bergantung pada pertandingan atau latihan berat yang sedang berlangsung. Dr. Luigi Gratton, Vice President of Health and Wellness Herbalife, menyatakan konsistensi pada hari-hari biasa menjadi faktor pembeda bagi atlet elite.

Perhatian terhadap rutinitas harian juga dapat diterapkan masyarakat umum sesuai kebutuhan tubuh masing-masing. Dasarnya adalah memenuhi asupan energi dan cairan, menyediakan waktu tidur, serta memberi ruang bagi proses pemulihan.

1. Protein Tidak Menumpuk Setelah Olahraga

Atlet elite cenderung membagi konsumsi protein sepanjang hari, bukan hanya setelah sesi olahraga selesai. Dr. Luigi menyebut atlet yang didampinginya biasa mengonsumsi sekitar 20–40 gram protein setiap tiga hingga empat jam.

Telur, yogurt Yunani, ayam, ikan, protein shake, dan protein bar termasuk sumber yang dapat dipilih. Protein mendukung pembangunan serta pemeliharaan massa otot, rasa kenyang, kekebalan tubuh, dan pembentukan enzim maupun hormon.

2. Karbohidrat Mengikuti Kebutuhan Energi

Atlet tidak selalu menjauhi karbohidrat karena kebutuhan energi dapat berubah setiap hari. Aktivitas fisik dengan beban lebih tinggi memerlukan asupan yang lebih besar untuk mengganti cadangan energi tubuh.

Setelah latihan berat, sekitar 50–75 gram karbohidrat dalam satu jam dapat membantu mengisi kembali energi yang terkuras. Asupannya dapat disesuaikan ketika kegiatan harian berlangsung lebih ringan.

3. Hidrasi Dijaga Secara Berkala

Menunggu rasa haus bukan pola yang diutamakan karena kondisi itu dapat menandakan tubuh mulai kekurangan cairan. Minum secara teratur membantu menjaga keseimbangan cairan sebelum kebutuhan tubuh meningkat.

Jumlah cairan perlu disesuaikan dengan berat badan dan tingkat aktivitas. Saat olahraga, cuaca panas, atau keringat meningkat, kebutuhan minum bertambah dan aktivitas intensitas tinggi dapat memerlukan natrium serta kalium.

KebiasaanPenerapan utamaFungsi
Protein20–40 gram tiap 3–4 jamMendukung massa otot
Karbohidrat50–75 gram pascalatihan beratMengganti energi
HidrasiMenurut aktivitas dan berat badanMenjaga cairan tubuh
Tidur7–9 jam setiap malamMemulihkan tubuh
Pangan gelapMenu harianMemberi vitamin dan antioksidan
Gerak ringanHari istirahatMendukung sirkulasi

4. Tidur Masuk Agenda Persiapan Fisik

Tidur diposisikan sebagai bagian dari latihan karena tubuh memperbaiki jaringan otot saat beristirahat. Sistem saraf juga menjalani proses pemulihan selama waktu tidur.

Durasi tujuh hingga sembilan jam setiap malam mendukung pemulihan, daya tahan tubuh, pembelajaran, dan daya ingat. Menjaga waktu tidur membantu atlet mengurangi risiko gangguan kesiapan akibat pemulihan yang tidak memadai.

5. Warna Gelap Menambah Nilai Menu Harian

Buah beri, ceri, bit, anggur merah, sayuran hijau, kubis ungu, dan paprika disebut sebagai pilihan pangan dalam pola makan atlet. Kandungan vitamin, mineral, dan antioksidannya mendukung sistem kekebalan serta pemulihan tubuh.

Penerapannya tidak diarahkan sebagai konsumsi sesekali. Bahan pangan berwarna gelap perlu masuk dalam menu rutin agar pola asupan menjadi konsisten.

6. Hari Istirahat Tetap Memiliki Aktivitas Terukur

Istirahat tidak selalu berarti menghilangkan seluruh gerak dari rutinitas harian. Atlet elite dapat memilih jalan kaki, yoga, peregangan, bersepeda santai, atau foam rolling sebagai bagian dari pemulihan aktif.

Aktivitas ringan membantu menjaga sirkulasi darah tanpa membebani otot secara berlebihan. Tubuh pun memperoleh kesempatan untuk pulih sambil tetap mempertahankan gerakan yang terukur.

Menurut penjelasan yang dikutip Suara.com, kebiasaan ini tidak harus mahal atau rumit. Performa atletik dibangun melalui keputusan sehari-hari yang terus dijalankan, termasuk ketika tidak ada jadwal pertandingan.

Baca Juga