Kalimat yang terasa biasa bagi satu orang dapat menjadi sumber ketidaknyamanan bagi teman kencan. Komentar menghakimi, keluhan tentang diri sendiri, serta cerita masa lalu yang terlalu berat termasuk hal yang dapat mengubah suasana pertemuan pertama.
Rasa gugup pada kencan pertama merupakan hal yang wajar karena dua orang sedang mencari kecocokan. Sikap santai dan keinginan mengenal lawan bicara tanpa tergesa-gesa dapat membantu percakapan berkembang lebih alami.
| No. | Sikap dalam Kencan Pertama | Dampaknya |
|---|---|---|
| 1 | Komentar menghakimi | Memicu rasa tersinggung atau diremehkan. |
| 2 | Pujian secara berlebihan | Berisiko terdengar tidak tulus. |
| 3 | Menjelekkan mantan pasangan | Menimbulkan kesan belum reflektif. |
| 4 | Terlalu banyak bicara tentang diri sendiri | Membuat dialog tidak setara. |
| 5 | Menyoroti kekurangan diri | Menghadirkan energi negatif. |
| 6 | Menceritakan trauma secara dini | Membebani lawan bicara. |
1. Melontarkan Komentar Menghakimi
Komentar tentang penampilan, pekerjaan, atau pilihan makanan sebaiknya tidak disampaikan secara sembarangan. Nada negatif dapat membuat orang lain merasa sedang dinilai, termasuk saat komentar itu dikemas sebagai candaan.
Perbedaan selera atau pandangan tidak selalu menandakan bahwa seseorang perlu dikritik. Bila tidak tertarik melanjutkan kedekatan, menjaga kesopanan tetap menjadi pilihan yang lebih baik.
2. Memberikan Pujian Berlebihan
Pujian yang sesuai konteks dapat menunjukkan perhatian dan membantu mencairkan suasana. Namun, terlalu banyak pujian berisiko menimbulkan kesan tidak tulus karena dua orang belum saling mengenal secara mendalam.
Susan Trotter, PhD, menilai pengenalan terhadap seseorang membutuhkan waktu. Rencana seperti bertemu keluarga, menyatakan cinta, atau berlibur bersama dapat terasa terlalu jauh bila dibicarakan pada pertemuan pertama.
3. Menjelekkan Mantan Pasangan
Hubungan masa lalu boleh muncul sebagai topik obrolan, tetapi tidak perlu dibahas dengan cara menyalahkan mantan pasangan. Menjelaskan pelajaran yang diperoleh dari pengalaman tersebut dapat menunjukkan sikap yang lebih matang.
Christina Granahan, LCSW, memandang kebiasaan menyalahkan pihak lain sebagai tanda kurangnya tanggung jawab dan mawas diri. Teman kencan dapat menilai sikap itu sebagai petunjuk cara seseorang menghadapi masalah dalam hubungan.
4. Terlalu Fokus Membicarakan Diri Sendiri
Berbagi cerita tentang kehidupan pribadi memang diperlukan agar lawan bicara mengenal seseorang. Akan tetapi, pertemuan dapat terasa berat sebelah bila obrolan hanya berputar pada satu pihak.
Granahan menyarankan adanya rasa ingin tahu yang tulus terhadap orang di hadapan. Bertanya, mendengarkan, dan memberi ruang hening dapat membuat kencan pertama terasa lebih nyaman bagi kedua pihak.
5. Terus Menyoroti Kekurangan Diri
Merendahkan diri sendiri sesekali melalui humor dapat menunjukkan bahwa seseorang tidak terlalu kaku. Pola itu sebaiknya tidak berkembang menjadi keluhan berulang mengenai kelemahan dan sisi negatif diri.
Kepercayaan diri dapat membuat interaksi berlangsung lebih nyaman. Trotter menyarankan persiapan sederhana berupa menarik napas dalam-dalam dan tersenyum sebelum bertemu untuk membantu menenangkan diri.
6. Menceritakan Trauma Terlalu Cepat
Obrolan ringan sering kali lebih tepat untuk tahap awal perkenalan karena memberi ruang bagi dua orang memahami karakter masing-masing. Pengalaman pahit yang dijelaskan sangat mendalam dapat membuat suasana santai berubah menjadi berat.
Scott menyebut pola tersebut sebagai trauma dumping, yaitu menggunakan cerita traumatis untuk menciptakan keintiman secara cepat. Keterbukaan tetap bernilai dalam hubungan, tetapi perlu mengikuti ritme kepercayaan yang sedang tumbuh.






