Bernard Arnault memiliki kekayaan sekitar Rp3.050 triliun dan menjadi pemilik tim olahraga terkaya dalam daftar enam miliarder ini. Namun, pertumbuhan harta paling mencolok justru datang dari Robert Pera, yang melonjak 102% dalam setahun.
Para tokoh tersebut memiliki keterlibatan pada klub dari Paris FC hingga Memphis Grizzlies. Kekayaan mereka berasal dari beragam sektor, termasuk barang mewah, ritel, teknologi, kasino, pelayaran, dan perangkat keras nirkabel.
| Tokoh | Sumber Kekayaan | Klub | Kekayaan Bersih |
|---|---|---|---|
| Bernard Arnault | LVMH | Paris FC | US$171 miliar |
| Rob Walton | Walmart | Denver Broncos | US$146 miliar |
| Steve Ballmer | Microsoft | Los Angeles Clippers | US$126 miliar |
| Miriam Adelson | Kasino | Dallas Mavericks | US$37,5 miliar |
| Idan Ofer | Pengiriman | FC Famalicão | US$34,6 miliar |
| Robert Pera | Ubiquiti | Memphis Grizzlies | US$31,7 miliar |
1. Bernard Arnault dan Paris FC
CEO sekaligus ketua LVMH itu mempunyai kekayaan bersih US$171 miliar, meski nilainya turun 4% dalam setahun. Arnault menguasai Paris FC, klub yang berada di bawah bayang-bayang Paris Saint-Germain di kompetisi Prancis.
Paris FC memperoleh dukungan investasi dari Red Bull. Grup tersebut mempekerjakan mantan manajer Liverpool, Jürgen Klopp, sebagai kepala sepak bola global.
LVMH turut memperluas hubungan dengan dunia olahraga melalui kesepakatan sponsor Formula 1 selama 10 tahun pada 2024. Nilai kerja sama itu dilaporkan melampaui US$1 miliar.
2. Rob Walton dan Denver Broncos
Rob Walton, anak pendiri Walmart Sam Walton, memiliki kekayaan US$146 miliar atau sekitar Rp2.604 triliun. Nilai hartanya meningkat 33% dalam setahun.
Walton membeli Denver Broncos pada 2022 dan kemudian menunjuk Greg Penner sebagai pemangku kekuasaan resmi klub pada 2023. Broncos mencetak rekor di AFC pada musim lalu sebelum langkah playoff mereka berakhir saat melawan Buffalo Bills.
Bo Nix mengalami cedera pada akhir pertandingan tersebut, dan Denver akhirnya kalah melalui perpanjangan waktu. Walton juga membeli 10% saham Arizona Diamondbacks pada 2024 senilai US$2 miliar.
3. Steve Ballmer dan Los Angeles Clippers
Steve Ballmer memiliki kekayaan US$126 miliar atau sekitar Rp2.247 triliun dari Microsoft. Harta pemilik Los Angeles Clippers itu meningkat 7% dalam setahun.
Ballmer disorot terkait investasi US$50 juta di Aspiration yang dikaitkan dengan kesepakatan sponsor US$28 juta untuk Kawhi Leonard. NBA menyelidiki dugaan pengalihan dana untuk menghindari batasan gaji, tetapi Clippers membantah pelanggaran.
4. Miriam Adelson dan Dallas Mavericks
Miriam Adelson memiliki kekayaan US$37,5 miliar atau sekitar Rp669,9 triliun dari bisnis kasino. Ia terkait dengan kepemilikan Dallas Mavericks bersama Patrick Dumont sebagai pemilik pengendali.
Mavericks memicu kemarahan penggemar setelah pertukaran Luka Doncic pada Februari 2025. Klub itu lalu mendapatkan hak pilih nomor satu NBA Draft 2025 dengan peluang 1,8% dan memperoleh Cooper Flagg.
5. Idan Ofer dan FC Famalicão
Kekayaan Idan Ofer mencapai US$34,6 miliar atau sekitar Rp618,1 triliun setelah naik 54% dalam setahun. Estimasi hartanya pada 2020 berada di angka US$3,7 miliar.
Melalui Quantum Pacific Group, Ofer mengendalikan FC Famalicão serta memiliki sebagian saham Atlético Madrid. Perusahaan Eastern Pacific Shipping miliknya memiliki sekitar 250 kapal, sementara Famalicão berada di urutan keenam Primeira Liga.
6. Robert Pera dan Memphis Grizzlies
Robert Pera memiliki kekayaan US$31,7 miliar atau sekitar Rp566,3 triliun berkat kepemilikan 93% saham Ubiquiti. Pendapatan Ubiquiti pada 2025 tumbuh 38% menjadi US$3 miliar, sedangkan labanya naik dua kali lipat menjadi US$889 juta.
Pera merupakan pemilik Memphis Grizzlies yang sedang menjalani masa rekonstruksi. Klub itu melepas Desmond Bane dan Jaren Jackson Jr. dalam perubahan komposisi tim.






