20 Tim Berebut Tiket Final Peradi Semarang Cup 2026 dalam Dua Hari

Sebanyak 20 tim akan berebut peluang tampil pada final Peradi Semarang Cup 2026 dalam rangkaian kompetisi selama dua hari. Turnamen minisoccer ini digelar pada Sabtu-Minggu, 15-16 Agustus 2026, di Stadion Dipenogoro.

Jadwal yang padat menuntut setiap peserta menjaga peluang sejak fase penyisihan pada Sabtu pagi. Tim yang mampu melewati putaran grup akan meneruskan perjalanan ke fase gugur hingga partai puncak pada Minggu pagi.

Penyelenggara membagi 20 peserta ke dalam lima grup dengan komposisi empat tim pada setiap grup. Sistem setengah kompetisi dipakai di fase awal untuk menentukan tim-tim terbaik.

Persaingan turnamen tidak hanya melibatkan peserta dari Semarang dan kota-kota lain di Jawa Tengah. Sejumlah tim dari luar provinsi ikut mendaftar, termasuk Ikadin Jaksel, AAI Bandung, Peradi Bojonegoro, Calciopoli FC Surabaya, dan Peradi Cikarang.

Peserta dari Beragam Organisasi dan Wilayah

Peradi Semarang Cup 2026 mempertemukan organisasi advokat, komunitas profesi, aparat, dan tim sepak bola dari berbagai daerah. Keberagaman latar belakang itu membuat pertandingan penyisihan menjadi panggung awal untuk menguji kekuatan masing-masing tim.

GrupPeserta
ADPC Peradi Semarang, YLC Semarang, Ikadin Jaksel, Polrestabes Semarang
BJames Purba & Partners, Peradi SAI Semarang, RAP Putih, Peradi Grobogan
CAAI Indonesia Bersatu, Asprov BJL Legend, Peradi Salatiga, AAI Bandung
DRAP Biru, PWI Jawa Tengah, Ikadin Karanganyar, Peradi Bojonegoro
ECalciopoli FC Surabaya, Peradi Cikarang, NSW Law Firm, Peradi Solo

DPC Peradi Semarang berada di Grup A bersama YLC Semarang, Ikadin Jaksel, dan Polrestabes Semarang. Grup B beranggotakan James Purba & Partners, Peradi SAI Semarang, RAP Putih, serta Peradi Grobogan.

AAI Indonesia Bersatu akan bersaing dengan Asprov BJL Legend, Peradi Salatiga, dan AAI Bandung di Grup C. Sementara RAP Biru, PWI Jawa Tengah, Ikadin Karanganyar, dan Peradi Bojonegoro menempati Grup D.

Grup E menggabungkan Calciopoli FC Surabaya, Peradi Cikarang, NSW Law Firm, dan Peradi Solo. Penyebaran peserta dari luar Jawa Tengah di sejumlah grup membuat persaingan tidak hanya terpusat pada satu jalur.

Wasit Asprov PSSI Jawa Tengah Mengawal Laga

Penyelenggara melibatkan wasit dan perangkat pertandingan dari Asprov PSSI Jawa Tengah sepanjang turnamen. Kehadiran perangkat pertandingan itu ditujukan untuk menjaga seluruh laga berjalan sesuai ketentuan dari penyisihan hingga final.

Ketua DPC Peradi Semarang Kairul Anwar SH MH menyebut tingginya antusiasme peserta sebagai hal yang menggembirakan. Ia secara khusus menyoroti keikutsertaan tim dari luar Semarang dan bahkan luar Jawa Tengah.

“Kami mengucapkan selamat bertanding kepada kawan-kawan tim peserta. Ada beberapa tim yang berasal dari luar Semarang, malah luar Jawa Tengah, sungguh luar biasa,” kata Kairul Anwar.

Ia meminta para peserta mempertahankan nilai sportivitas dan kekompakan selama kompetisi berlangsung. Kairul juga menyampaikan apresiasi atas dukungan sponsor terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

DPC Perhimpunan Advokat Indonesia Semarang menggelar turnamen ini sebagai wadah olahraga sekaligus silaturahmi. Menurut informasi yang dimuat lingkar.co, ajang tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hubungan peserta dari organisasi dan daerah yang berbeda.

Rangkaian pertandingan di Stadion Dipenogoro akan menentukan tim yang paling konsisten dalam menghadapi persaingan dua hari. Setiap peserta harus lebih dahulu melewati persaingan grup sebelum membuka jalan menuju final pada Minggu pagi.

Baca Juga