Bantuan Kebersihan untuk Pengungsi Flores, 16.376 Warga Masih Bertahan di NTT

Kebutuhan kebersihan menjadi salah satu perhatian bagi 16.376 warga yang masih mengungsi setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores dan kawasan sekitarnya. TBS Foundation menyalurkan 200 Hygiene Kit senilai Rp50 juta untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak di Nusa Tenggara Timur.

Paket bantuan diserahkan secara simbolis kepada PMI Pusat pada Senin, 17 Agustus 2026. Distribusi kepada warga terdampak akan diteruskan melalui PMI Kupang.

Paket untuk Kebutuhan Sehari-hari

Bantuan Hygiene Kit mengikuti standar PMI dan memuat perlengkapan kebersihan yang diperlukan selama tinggal di pengungsian. Paket itu ditujukan untuk kebutuhan tubuh, pakaian, kesehatan mulut, serta kebutuhan khusus perempuan.

Komponen Hygiene KitManfaat bagi Pengungsi
Sabun mandi dan sabun cuciMembantu menjaga kebersihan tubuh dan pakaian
SampoMendukung kebersihan rambut
Sikat gigi dan pasta gigiMendukung kebersihan mulut
Pembalut wanitaMemenuhi kebutuhan kebersihan perempuan
HandukMenunjang kebersihan harian

Ketua TBS Foundation Juli Oktarina mengatakan bantuan tersebut diharapkan memberi manfaat langsung bagi warga Flores dan NTT. Dalam siaran pers pada 17 Agustus 2026, ia menyatakan Hygiene Kit ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar dalam keadaan darurat dan masa pemulihan.

Juli menilai bantuan yang cepat dibutuhkan ketika masyarakat menghadapi dampak bencana dan harus tinggal di lokasi pengungsian. Ia menyebut dukungan kemanusiaan sebagai bagian dari komitmen lembaganya untuk memberi manfaat kepada masyarakat.

Skala Dampak Pascagempa

Gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan berdampak besar pada Flores serta sejumlah daerah di NTT. Data sementara PMI Pusat per Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB, menunjukkan guncangan susulan masih terjadi dalam jumlah tinggi.

IndikatorDataRincian
Gempa susulan995 kejadian46 kejadian dirasakan masyarakat
Korban meninggal dunia54 orangTerdampak di Flores dan sekitarnya
Korban luka berat115 orangMemerlukan penanganan medis
Korban luka ringan168 orangTercatat dalam data sementara
Warga mengungsi16.376 orangSekitar 184 kepala keluarga terdampak

Dari 995 gempa susulan yang tercatat, 46 di antaranya turut dirasakan masyarakat. Data yang diberitakan Kompas.com juga mencatat 54 korban meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Selain korban meninggal, terdapat 115 orang mengalami luka berat dan 168 orang mengalami luka ringan. Angka-angka tersebut menggambarkan kebutuhan penanganan yang masih dihadapi warga terdampak di tengah pengungsian.

Dukungan Lintas Pihak

Direktur Eksekutif TBS Foundation Anugraha Dezmercoledi menyatakan kolaborasi diperlukan agar penanganan kemanusiaan dapat berjalan efektif. Ia menilai dukungan lintas pihak penting pada masa darurat hingga proses pemulihan.

“Bencana selalu membawa tantangan yang tidak mudah bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Anugraha. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi bagian dari dukungan bersama bagi masyarakat Flores dan NTT dalam melewati masa sulit.

Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya PMI Pusat Suwandi Wiratno menyambut bantuan yang disalurkan TBS Foundation. Menurutnya, gotong royong merupakan unsur penting dalam aksi kemanusiaan untuk meringankan beban warga terdampak gempa.

Suwandi mengatakan TBS Foundation bergerak sejak hari pertama gempa dan menyampaikan niat membantu melalui PMI. Bantuan 200 Hygiene Kit diharapkan mendukung kebersihan warga di pengungsian serta kebutuhan mereka pada fase pemulihan berikutnya.

Baca Juga