Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menata ulang kabinet dengan menekankan dua kebutuhan sekaligus, yakni pengalaman dan regenerasi kepemimpinan. Susunan baru akan mulai berlaku pada Senin depan setelah diumumkan pada Rabu (22/7).
Wong menilai Singapura memerlukan pemimpin berpengalaman untuk menghadapi tantangan saat ini. Di sisi lain, ia menyiapkan ruang tanggung jawab yang lebih besar bagi generasi baru di pemerintahan.
“Keseimbangan ini penting karena Singapura membutuhkan pemimpin berpengalaman untuk mengatasi tantangan saat ini, dan generasi baru yang siap membawa kita maju,” kata Wong seperti dikutip Channel News Asia. Ia menyebut pembaruan kepemimpinan sebagai proses yang terus berlangsung.
Pejabat Senior Dipertahankan pada Posisi Kunci
K Shanmugam memperoleh jabatan baru sebagai menteri senior dalam susunan tersebut. Namun, ia tetap bertugas sebagai menteri koordinator keamanan nasional dan menteri dalam negeri.
Wong menyebut Shanmugam dan Menteri Senior Lee Hsien Loong sebagai dua anggota kabinet yang paling berpengalaman. Keduanya diharapkan terus memberikan nasihat serta membina pejabat-pejabat yang lebih muda.
Penugasan baru juga diberikan kepada Ng Chee Meng, yang masuk ke kabinet sebagai menteri di Kantor Perdana Menteri. Ia sebelumnya dikenal sebagai ketua serikat pekerja.
Jasmin Lau mendapat promosi menjadi menteri negara senior dan akan merangkap sebagai pelaksana tugas menteri tenaga kerja. Peran tersebut menempatkannya dalam salah satu bidang pemerintahan yang mendapat penyesuaian.
| Pejabat | Jabatan Baru | Peran Lain |
|---|---|---|
| K Shanmugam | Menteri Senior | Menteri koordinator keamanan nasional dan menteri dalam negeri |
| Ng Chee Meng | Menteri di Kantor Perdana Menteri | Sebelumnya ketua serikat pekerja |
| Jasmin Lau | Menteri Negara Senior | Pelaksana tugas menteri tenaga kerja |
Dua Pengunduran Diri Mengubah Perhitungan
Perombakan ini dilakukan setelah Koh Poh Koon dan Profesor Madya Faishal meninggalkan tim pemerintah. Wong menyatakan dua pengunduran diri itu merupakan perkembangan yang tidak diperkirakan sebelumnya.
Menurut CNN Indonesia, Wong mengakui waktu pengumuman susunan baru berkaitan dengan perubahan situasi tersebut. Ia mengatakan pemerintah perlu tetap bergerak dan memiliki rencana alternatif ketika menghadapi keadaan yang tidak terduga.
“Jelas, idealnya, saya lebih suka pengunduran diri ini tidak terjadi,” ujar Wong. Meski demikian, ia menyampaikan penghargaan atas kontribusi dua pejabat tersebut selama menjadi bagian dari tim pemerintah.
Penataan terbaru ini berlangsung sekitar 14 bulan setelah perombakan kabinet sebelumnya. Perubahan terdahulu dilakukan segera setelah pemilu tahun lalu.
Dengan mempertahankan pejabat berpengalaman pada fungsi strategis dan mempromosikan tokoh lain, Wong berupaya menjaga kesinambungan kerja pemerintahan. Susunan baru itu juga menjadi bagian dari agenda pembaruan kepemimpinan yang ingin diteruskan di Singapura.






