Waroeng Padang Lapek Bangun Fondasi Milik Sendiri Sebelum Membuka Gerai Amsterdam

Waroeng Padang Lapek memperkuat bisnisnya di Belanda dengan membeli properti central kitchen di Den Haag sebelum membuka gerai baru di Amsterdam. Pembelian bangunan yang sebelumnya disewa itu didukung fasilitas kredit tambahan dari BNI pada 2025.

Strategi tersebut menempatkan kesiapan produksi sebagai fokus utama sebelum jaringan restoran diperluas. Gerai Amsterdam yang ditargetkan dibuka pada 2026 saat ini masih menjalani proses renovasi bangunan.

Central kitchen beralamat di Mercuriusweg 70, Den Haag, dan berfungsi sebagai pusat produksi sekaligus distribusi makanan. Fasilitas ini menopang kebutuhan restoran yang telah berjalan serta rencana pembukaan cabang berikutnya.

Pengelolaan produksi dari satu lokasi ditujukan untuk menjaga konsistensi kualitas ketika jumlah permintaan meningkat. Sistem itu juga mendukung efisiensi operasional bagi bisnis yang menyajikan banyak jenis masakan dan kudapan tradisional.

Dari Status Sewa Menjadi Aset Usaha

BNI memberikan pembiayaan tambahan untuk pembelian properti central kitchen yang sebelumnya digunakan dengan status sewa. Perubahan tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur usaha Waroeng Padang Lapek di pasar Belanda.

Setelah restoran Amsterdam beroperasi, bisnis ini ditargetkan memiliki satu central kitchen dan dua restoran aktif. Struktur tersebut menandai perkembangan dari usaha yang mula-mula hanya hadir di satu lokasi di Den Haag.

FasilitasLokasiPeran dan Status
Restoran utamaSchoolstraat 26, Den HaagBeroperasi sejak 3 Oktober 2019
Central kitchenMercuriusweg 70, Den HaagPusat produksi dan distribusi
Gerai baruAmsterdamDalam renovasi, pembukaan 2026

Waroeng Padang Lapek didirikan oleh Suprapti pada 3 Oktober 2019 di Schoolstraat 26, Den Haag. Sejak berdiri, restoran tersebut menawarkan masakan Padang dengan resep asli kepada masyarakat Belanda.

Menu yang disajikan mencakup rendang, gulai tunjang, paru balado, gulai jengkol, dan kue lupis. Keberagaman pilihan itu memerlukan pengelolaan pasokan yang stabil agar kualitas makanan tetap terjaga pada setiap gerai.

Memperluas Ruang Kuliner Indonesia

Suprapti menyebut autentisitas rasa sebagai dasar pengembangan Waroeng Padang Lapek. “Sejak awal, kami ingin menghadirkan masakan Padang dengan cita rasa yang benar-benar autentik. Sambutan yang kami terima menunjukkan bahwa kuliner Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Belanda,” ujar Suprapti.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan usaha diaspora seperti ini memiliki potensi untuk memperkenalkan budaya Indonesia melalui kegiatan ekonomi. Menurutnya, kuliner menjadi produk yang dekat dengan keseharian masyarakat sekaligus membawa identitas nasional ke pasar global.

Putrama menyatakan pembiayaan BNI diarahkan tidak hanya untuk pembukaan cabang, melainkan juga untuk meningkatkan kesiapan operasional. Penguatan kapasitas ini memungkinkan pelaku usaha memperbesar produksi sambil mempertahankan standar produk yang sudah dikenal pelanggan.

“Kami mengapresiasi semangat Suprapti dalam memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia di Belanda. Bagi BNI, mendukung diaspora Indonesia bukan hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra yang membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jangkauannya di pasar global,” kata Putrama.

Memasuki usia ke-80 dengan tema Swadharma Bhakti Nagara, BNI menegaskan komitmennya menghadirkan solusi keuangan terintegrasi bagi pelaku usaha global. Dukungan terhadap diaspora juga ditempatkan sebagai bagian dari peran bank dalam ekosistem Danantara Indonesia.

Baca Juga