Surat undangan berlogo Garuda Pancasila membawa warga dari berbagai latar pekerjaan menuju upacara kemerdekaan di Istana Merdeka. Buruh, petani, pengemudi ojek online, dan petugas pemadam kebakaran termasuk dalam kelompok masyarakat yang diundang.
Presiden Prabowo Subianto menjadwalkan upacara HUT ke-81 RI berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026, di Jakarta Pusat. Kehadiran warga pekerja memberi tempat bagi profesi yang menjalankan peran penting dalam kehidupan sehari-hari.
Undangan untuk Keluarga Pengetik Proklamasi
Dokumen serupa juga diserahkan kepada keluarga Pahlawan Nasional Sayuti Melik di Bekasi pada Kamis, 13 Agustus 2026. Penerimanya adalah Treyzia Noviani, istri dari Heru Baskoro, putra kandung Sayuti Melik.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe bersama jajaran Kementerian Sekretariat Negara mengantar undangan biru muda itu ke kediaman keluarga. Harris menyebut penyerahan tersebut sebagai penghormatan Presiden kepada Sayuti Melik yang berjasa mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan.
Treyzia mengatakan keluarganya merasa bahagia dan terhormat atas perhatian tersebut. Kehadiran keluarga Sayuti Melik memperkuat dimensi penghargaan sejarah dalam peringatan HUT ke-81 RI.
Pengalaman yang Tidak Disangka Buruh
Bambang Edi Nurudin, buruh asal Jakarta Timur, menerima undangan setelah bekerja lebih dari 23 tahun. Ia mengaku terkejut dan menganggap kesempatan hadir di lingkungan istana sebagai pengalaman yang sangat langka.
“Alhamdulillah banget ini, senang nih. Kayak dapat doorprize saja ini,” ujar Bambang. Ia ingin membagikan kebanggaan itu kepada istri dan anak-anaknya.
Bagi Bambang, undangan dari Prabowo Subianto berpotensi menjadi kesempatan yang hanya datang sekali dalam hidup. Surat itu memberi makna tersendiri bagi pekerja yang selama puluhan tahun menjalani profesinya.
Sarip Mujianto, buruh sejak 2010, menyampaikan terima kasih atas perhatian kepada kaum buruh. Ia melihat undangan tersebut sebagai penghargaan yang ingin ia kabarkan kepada keluarga serta orang tuanya di kampung halaman.
Petani Karawang Membawa Harapan Sektor Pertanian
Darim Juanda mendapat undangan setelah 14 tahun mengolah lahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ia mengaku terharu karena tidak menyangka dapat mengikuti upacara kemerdekaan di istana negara.
Darim memandang kehadirannya sebagai wakil petani, khususnya dari Karawang. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian nasional terus diperkuat.
Nuroni, petani senior Karawang berusia 57 tahun, juga sempat kaget ketika menerima dokumen berlogo Garuda Pancasila. Ia telah menjalani profesi petani selama lebih dari tiga dekade dan merasa bangga terpilih di antara para petani.
Daftar Perwakilan yang Disebut
| Profesi | Perwakilan | Informasi Utama |
|---|---|---|
| Buruh | Bambang Edi Nurudin | Lebih dari 23 tahun bekerja, asal Jakarta Timur |
| Buruh | Sarip Mujianto | Menjadi buruh sejak 2010 |
| Petani | Darim Juanda | Mengolah lahan 14 tahun di Karawang |
| Petani | Nuroni | Petani selama lebih dari tiga dekade |
Undangan bagi perwakilan profesi dan keluarga Sayuti Melik menempatkan kerja sehari-hari serta jasa perjuangan dalam perayaan yang sama. Upacara di Istana Merdeka menjadi ruang penghormatan bagi mereka yang bekerja untuk masyarakat maupun bagi tokoh yang memiliki peran dalam sejarah kemerdekaan.






