Wajah warga China kini menjadi aset digital yang dapat menghasilkan pendapatan hingga 700 dollar AS. Data visual tersebut dilisensikan kepada rumah produksi untuk membentuk karakter dalam drama berbasis kecerdasan buatan atau AI.
Skema ini berkembang seiring kebutuhan besar industri microdrama terhadap karakter digital yang tampak lebih natural. Pemilik wajah tidak menjual identitasnya secara fisik, melainkan memberikan hak penggunaan data visual sesuai ketentuan lisensi.
Nilai imbalan berbeda-beda, bergantung pada platform dan bentuk penggunaan yang dipilih produser. Tarif yang disebutkan berada pada kisaran 15 dollar AS hingga 700 dollar AS.
Tarif Lisensi Berbeda di Tiap Platform
Dua platform yang disebut dalam perkembangan pasar ini adalah ActID dan NewClaw. Keduanya menawarkan mekanisme lisensi dengan tarif dan satuan penggunaan yang berbeda.
| Platform | Skema Penggunaan | Tarif |
|---|---|---|
| ActID | Lisensi per episode drama | 99-500 yuan |
| NewClaw | Satu lisensi gambar | 500 yuan |
ActID menetapkan biaya 99 hingga 500 yuan untuk penggunaan wajah pada setiap episode drama. Sementara NewClaw mematok tarif 500 yuan untuk satu lisensi gambar.
Setelah produser memilih profil yang tersedia, lisensi dibeli melalui platform sesuai aturan yang berlaku. Pemilik data wajah kemudian menerima pembayaran berdasarkan kesepakatan penggunaan tersebut.
Wajah Dipindai untuk Katalog Digital
Prosesnya dimulai ketika pengguna mengunggah foto ke platform atau datang ke studio mitra untuk menjalani pemindaian wajah. Data hasil pemindaian lalu diolah dan dimasukkan ke dalam katalog digital.
Produser dapat menelusuri katalog itu berdasarkan usia, jenis kelamin, serta tipe karakter yang dibutuhkan cerita. Sistem tersebut memberi rumah produksi akses terhadap referensi visual tanpa harus merekrut pemeran untuk setiap karakter digital.
Kebutuhan industri tidak terbatas pada wajah yang sesuai untuk tokoh utama. Wajah lansia dan karakteristik wajah tertentu juga dicari karena masih sulit direkayasa AI secara meyakinkan.
Chief Marketing Officer ActID, Camille Yan, menyatakan produser membutuhkan wajah menarik sekaligus wajah dengan karakter yang spesifik. Kondisi itu membuat keberagaman wajah manusia tetap memiliki nilai dalam produksi yang semakin memanfaatkan AI.
Microdrama Mendorong Permintaan
Lonjakan produksi microdrama di China menjadi pendorong utama munculnya pasar lisensi wajah. Rest of World melaporkan lebih dari 95 persen dari sekitar 128.000 microdrama yang tayang selama tiga bulan pertama 2026 menggunakan teknologi AI dalam proses produksinya.
Jumlah produksi yang besar meningkatkan kebutuhan atas ragam karakter digital. Referensi wajah manusia tetap diperlukan agar tampilan karakter tidak seragam dan terlihat lebih alami.
ActID yang berbasis di Shenzhen diluncurkan pada Maret 2026 dan telah mendaftarkan sekitar 800 pengguna. Sekitar 300 orang di antaranya telah menyetujui penggunaan wajah mereka untuk produksi drama AI.
Peserta berasal dari figuran profesional, influencer, hingga masyarakat umum tanpa pengalaman akting. Menurut tekno.kompas.com, model ini membuka peluang bagi berbagai latar belakang untuk memasok data visual ke industri hiburan digital.
Bagi rumah produksi, lisensi wajah menyediakan pilihan karakter yang lebih luas. Bagi pemilik data, persetujuan penggunaan identitas visual itu menjadi sumber penghasilan baru dalam ekosistem drama AI.






