Volume transaksi QRIS di Indonesia melonjak 100,12% secara tahunan pada triwulan II 2026. Ketika penggunaan domestik meningkat pesat, Bank Indonesia juga mulai menjajaki perluasan konektivitas pembayaran ke Arab Saudi.
Rencana tersebut dapat membuka opsi transaksi digital bagi masyarakat Indonesia yang melakukan pembelian di negara itu. Namun, layanan QRIS belum bisa digunakan di Arab Saudi karena pembahasan masih berlangsung.
Pembayaran Digital Terus Menguat
Sepanjang triwulan II 2026, total volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi. Nilai transaksi itu tumbuh 36,88% secara tahunan, didorong oleh peningkatan pemanfaatan kanal pembayaran digital.
Infrastruktur pembayaran yang dikelola Bank Indonesia juga mencatat pertumbuhan transaksi. BI-FAST memproses lebih dari 1,5 miliar transaksi, sedangkan BI-RTGS menangani jutaan transaksi bernilai puluhan ribu triliun rupiah.
| Layanan | Volume Transaksi | Pertumbuhan Tahunan | Nilai Transaksi |
|---|---|---|---|
| BI-FAST | 1,529 miliar | 38,09% | Rp3.777 triliun |
| BI-RTGS | 2,63 juta | 13,03% | Rp53.492 triliun |
Data tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas sistem pembayaran digital secara luas. Pertumbuhan itu menjadi latar bagi upaya memperluas QRIS Lintas Negara ke mitra baru.
Arab Saudi Masuk Tahap Diskusi Mendalam
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan diskusi mendalam dengan Arab Saudi dan Hong Kong telah dimulai. Sementara itu, pembahasan konektivitas pembayaran dengan India masih terus dilanjutkan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada Rabu, 22 Juli 2026. “Mudah-mudahan ini bisa segera dilakukan,” ujar Filianingsih mengenai pembahasan konektivitas lintas negara tersebut.
Kesiapan regulasi menjadi salah satu syarat penting sebelum sistem pembayaran dapat diterapkan antarnegara. Selain itu, pihak terkait harus menyiapkan infrastruktur teknologi, industri pembayaran, dan koordinasi dengan otoritas di masing-masing negara.
Belum ada pengumuman mengenai tanggal penerapan, skema layanan, maupun penyedia pembayaran yang akan terlibat di Arab Saudi. Cakupan merchant penerima QRIS juga belum dirinci.
Jaringan Saat Ini dan Arus Transaksi
Sebelum perluasan baru dijajaki, QRIS telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. Konektivitas itu memungkinkan pemanfaatan pembayaran kode QR di negara mitra yang telah siap menjalankan kerja sama.
Pada triwulan II 2026, transaksi masuk QRIS antarnegara mencapai Rp1,85 triliun. Transaksi keluar tercatat Rp330 miliar, sehingga nilai bersih transaksi masuk mencapai Rp1,52 triliun.
| Komponen | Nilai Triwulan II 2026 |
|---|---|
| Transaksi masuk | Rp1,85 triliun |
| Transaksi keluar | Rp330 miliar |
| Nilai bersih transaksi masuk | Rp1,52 triliun |
Nilai transaksi masuk yang besar menggambarkan penggunaan QRIS oleh wisatawan mancanegara ketika bertransaksi di Indonesia. Adapun perluasan ke Arab Saudi baru dapat berjalan setelah seluruh aspek kesiapan di kedua negara terpenuhi.






