Topi Anak Mulai Sepi, Permintaan Atribut Merah Putih di Asemka Berubah

Pola belanja atribut merah putih menjelang 17 Agustus di Pasar Asemka, Jakarta Barat, mengalami perubahan. Topi anak yang sebelumnya banyak dicari untuk karnaval dan parade kini tidak lagi menjadi barang dengan permintaan paling kuat.

Pedagang topi bertema kemerdekaan, Amran, menyebut topi bertuliskan Indonesia justru lebih sering dicari oleh ibu-ibu. Produk itu dikaitkan dengan kebutuhan kegiatan olahraga atau senam.

Perubahan minat tersebut terjadi ketika pembelian atribut kemerdekaan secara umum belum menyamai tahun lalu. Menjelang H-2 Hari Kemerdekaan, sejumlah pedagang menilai pasar masih lebih lengang dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

Amran telah berjualan sekitar empat tahun di Pasar Asemka. Ia mengatakan aktivitas belanja telah mulai bergerak beberapa hari sebelum 17 Agustus, tetapi puncak pembelian tahun ini belum terlihat.

Barang yang Dicari Bergeser Menjelang 17 Agustus

Pedagang bendera dan ornamen kemerdekaan, Ridwan, melihat perbedaan kebutuhan pembeli berdasarkan waktu. Bendera umumnya dicari pada awal Agustus, sekitar tanggal 5 atau 6.

Ketika peringatan kemerdekaan semakin dekat, pembeli lebih banyak mencari aksesori dan hiasan. Stiker, hiasan sepeda, ornamen merah putih, serta perlengkapan dekoratif menjadi barang yang dicari pada akhir periode.

Jenis BarangPola PermintaanKeterangan
Topi anakMenurun dibanding tahun laluSebelumnya dicari untuk karnaval dan parade
Topi bertuliskan IndonesiaLebih banyak dicari tahun iniDiminati ibu-ibu untuk kegiatan olahraga atau senam
BenderaDicari pada awal AgustusUmumnya sekitar tanggal 5 atau 6

Keramaian Belum Sama dengan Tahun Lalu

Meski pengunjung tetap datang, Ridwan menilai pembelian belum kuat. “Beda sama tahun kemarin, banyak orangnya aja jalan-jalan. Pembeliannya nggak terlalu kayak tahun kemarin. Beda banget,” ujarnya, seperti dilaporkan detikcom.

Amran juga melihat suasana yang berbeda di kawasan Pasar Asemka. Menurutnya, sekitar tiga hari sebelum 17 Agustus tahun lalu, jalan di kawasan tersebut sangat padat hingga ia kesulitan mengeluarkan sepeda motor.

Kondisi tahun ini disebut lebih santai pada waktu yang sama. Kendati demikian, ia memperkirakan H-1 berpotensi mendatangkan lebih banyak pembeli karena kebutuhan dekorasi dan aksesori biasanya meningkat.

Harga dan Persediaan Ikut Disesuaikan

Penjualan yang belum ramai membuat Amran menurunkan harga topi bertema kemerdekaan. Harga per buah yang tahun lalu Rp 27.500 kini menjadi Rp 25.000.

Ia melakukan penyesuaian agar stok yang tersedia dapat segera terjual. Tahun lalu, topi dengan harga Rp 27.500 masih cepat habis sehingga ia perlu menambah persediaan.

Perubahan juga terjadi pada nilai belanja stok menjelang 17 Agustus. Jika pada tahun lalu ia dapat memesan barang senilai Rp 3 juta sekitar sepekan sebelum peringatan, tahun ini ia hanya membeli sekitar Rp 1 juta terlebih dahulu.

Amran memilih menambah barang setelah persediaan sebelumnya habis. Ia juga menyebut pelanggan dari luar daerah yang sebelumnya membeli dagangan kini tidak ada.

Pedagang di Pasar Asemka masih menunggu peningkatan permintaan pada sehari sebelum 17 Agustus. Fokus belanja warga diperkirakan tetap berada pada aksesori, hiasan, dan ornamen untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan.

Baca Juga