Pesisir Guangdong bersiap menghadapi pendaratan Topan Noul yang diperkirakan terjadi antara Hong Kong dan Huilai pada Sabtu malam hingga Minggu pagi, 26 Juli. Perkiraan tersebut membuat otoritas China mempercepat langkah perlindungan bagi penduduk di kawasan berisiko.
Wilayah sekitar Muara Sungai Mutiara juga diproyeksikan terdampak cuaca buruk dari topan tersebut. Ancaman yang dipantau mencakup angin kencang, hujan lebat, banjir, hingga gangguan pada infrastruktur pengendalian air.
Guangdong Masuk Status Level III
Markas Besar Nasional Pengendalian Banjir dan Penanggulangan Kekeringan China menaikkan respons banjir dan topan di Guangdong ke Level III pada Sabtu, 25 Juli 2026. Keputusan itu diambil ketika Noul menguat dan bergerak menuju kawasan pesisir provinsi tersebut.
Pada waktu bersamaan, Jiangxi dan Hunan diberlakukan status tanggap darurat banjir Level IV. Hujan lebat diperkirakan menjangkau ketiga provinsi, sehingga risiko banjir tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang dekat dengan jalur pendaratan.
| Wilayah Terdampak | Status Respons | Potensi Dampak |
|---|---|---|
| Guangdong | Level III banjir dan topan | Topan, angin kencang, hujan lebat |
| Jiangxi | Level IV banjir | Hujan lebat dan luapan air |
| Hunan | Level IV banjir | Hujan lebat dan luapan air |
Warga Rawan Diminta Tidak Menunggu Cuaca Memburuk
Pemerintah daerah diminta mengidentifikasi seluruh warga dan fasilitas penting yang berada di kawasan rawan. Penduduk di lokasi berisiko tinggi harus dipindahkan melalui Evakuasi Dini agar operasi penyelamatan tidak terlambat saat cuaca memburuk.
Tim penyelamat diminta bersiaga di area yang paling rentan terhadap dampak topan dan banjir. Otoritas juga memperkuat penilaian risiko untuk menentukan lokasi yang membutuhkan respons lebih cepat.
Langkah perlindungan ini mencakup perhatian pada daerah pegunungan yang berisiko banjir bandang dan bencana geologi. Sungai kecil serta menengah turut dipantau karena kondisi alirannya dapat berubah cepat ketika hujan deras meningkat.
Angin Kuat Mengarah ke Laut dan Pesisir Timur
Topan Noul diprakirakan menghasilkan angin berkekuatan 12 hingga 13 di sejumlah area timur laut Laut China Selatan. Pesisir timur Guangdong dan Muara Sungai Mutiara termasuk wilayah yang disebut berpotensi menghadapi hembusan kuat.
Hujan lebat yang menyertai sistem topan berisiko menambah tekanan pada kawasan perkotaan. Genangan dan masalah pembuangan air menjadi perhatian karena dapat mengganggu fungsi infrastruktur pengendalian banjir.
Waduk kecil dan menengah diperiksa lebih ketat untuk menjaga keselamatan pengoperasian selama hujan berlangsung. Pemerintah juga diminta memastikan pembuangan air banjir berjalan lancar untuk mengurangi risiko tekanan berlebih pada sistem air.
Koordinasi Melibatkan Sembilan Wilayah
Rapat penanganan melibatkan kantor markas besar, Kementerian Manajemen Darurat China, Administrasi Meteorologi China, serta Kementerian Sumber Daya Air. Otoritas dari sembilan wilayah setingkat provinsi ikut dalam pembahasan langkah pengendalian banjir dan penanganan topan.
Guangdong dan Fujian termasuk wilayah yang terlibat dalam koordinasi tersebut. Langkah lintas lembaga diarahkan untuk memperkuat kesiapan sebelum dampak utama Topan Noul mencapai daratan.
Menurut Liputan6, Noul merupakan topan ke-12 yang melanda China tahun ini. Perkembangan pergerakannya akan menjadi dasar bagi otoritas dalam menentukan tindakan darurat lanjutan di Guangdong dan wilayah sekitarnya.






