Tarikan awal motor matik yang disertai getaran, bunyi gredek, atau suara berdecit dapat mengurangi kenyamanan berkendara. Lebih dari itu, kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya gangguan pada kerja sistem CVT.
Masalah gesekan pada komponen CVT berisiko membuat keausan berkembang lebih cepat bila tidak ditangani. Pemeriksaan sejak gejala awal penting dilakukan untuk menjaga penyaluran tenaga mesin tetap lancar.
Mengapa Bunyi Gredek Muncul Saat Motor Berangkat?
CVT mengatur rasio putaran mesin pada motor matik sehingga akselerasi berlangsung tanpa perpindahan gigi manual. Pada saat motor bergerak dari keadaan diam, kampas ganda menempel ke mangkok kopling untuk menggerakkan roda belakang.
Gesekan yang tidak sempurna pada dua bagian tersebut dapat memicu getaran. Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menjelaskan bahwa getaran inilah yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek.
Ringkasan Gangguan pada Sistem CVT
| Penyebab | Kondisi yang Terjadi | Gejala Utama |
|---|---|---|
| Debu menumpuk | Kampas dan mangkok kopling kotor | Cengkeraman berkurang |
| Glazing | Mangkok kopling licin dan mengilap | Getaran saat mulai jalan |
| Kampas aus | Kampas menipis atau rusak | Tenaga tidak tersalur sempurna |
| V-belt getas | V-belt kering, licin, atau aus | Suara berdecit |
4 Sumber Gangguan CVT pada Motor Matik
1. Debu Hasil Gesekan Menumpuk
Gesekan antarkomponen CVT menghasilkan sisa debu yang dapat mengendap di mangkok kopling dan kampas ganda. Permukaan yang tertutup kotoran tidak mampu memberikan daya cengkeram sebagaimana mestinya.
Akibatnya, proses penerusan tenaga saat motor mulai berjalan dapat terganggu. Kondisi ini dapat memunculkan getaran yang disertai suara gredek pada tarikan awal.
2. Mangkok Kopling Terkena Panas Berlebih
Mangkok kopling dapat berubah licin dan mengilap akibat panas berlebih. Perubahan yang disebut glazing itu membuat kontak antara mangkok kopling dan kampas ganda menjadi kurang optimal.
Gangguan tersebut paling mudah terasa ketika kendaraan berangkat dari posisi berhenti. Tenaga yang semestinya tersalur mulus dapat memicu getaran atau bunyi berdecit.
3. Kampas Ganda Menipis
Kampas ganda mengalami gesekan terus-menerus selama motor digunakan. Seiring waktu, permukaannya dapat menipis atau mengalami kerusakan akibat panas.
Kemampuan kampas untuk mencengkeram mangkok kopling pun menurun ketika kondisinya sudah aus. Penerusan tenaga mesin menjadi tidak sempurna dan dapat disertai bunyi gredek.
4. V-belt Kering, Licin, atau Getas
Suara berdecit pada motor matik juga dapat terkait dengan kondisi V-belt yang sudah aus, licin, kering, atau getas. Komponen ini memengaruhi efisiensi kerja CVT dalam menyalurkan tenaga mesin.
V-belt yang tidak lagi layak pakai dapat membuat sistem transmisi bekerja kurang optimal. Karena itu, kondisinya perlu diperiksa bersama komponen CVT lainnya.
Langkah Perawatan yang Disarankan
Area CVT perlu dibongkar dan dibersihkan secara berkala untuk menghilangkan debu serta kotoran. Pembersihan dapat dilakukan setiap sekitar 2.000 hingga 5.000 kilometer dengan menyesuaikan pemakaian motor.
Komponen yang sudah aus, getas, atau rusak sebaiknya segera diganti. Otomotif.kompas.com mengingatkan bahwa tindakan tersebut diperlukan agar kerja kampas ganda, mangkok kopling, dan V-belt dapat kembali optimal.
Wahyu Budhi mengatakan, “Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek.” Penanganan lebih dini dapat membantu mencegah gangguan merembet ke komponen CVT lain.






